Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Polisi Tangkap 170 Orang Terkait Serangan Kedai KFC di Pakistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 April 2025 17:24 5:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 April 2025 17:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Polisi menangkap lebih dari 170 orang dalam beberapa pekan terakhir berkaitan dengan serangan atas lebih dari 10 kedai restoran cepat saji KFC di Pakistan, yang dipicu sentimen anti Amerika Serikat dan Israel atas peran mereka dalam peperangan di Gaza.

Polisi di sejumlah kota besar Pakistan, termasuk kota pelabuhan Karachi, Lahore dan Islamabad, mengkonfirmasi bahwa sedikitnya 11 insiden terjadi di mana kedai-kedai KFC diserang oleh pengunjuk rasa yang bersenjatakan tongkat dan melakukan vandalisme, lansir Reuters Jumat (18/4/2025).

Sedikitnya 178 orang sudah ditangkap, kata petugas pekan ini.

KFC dan perusahaan induknya Yum Brands, keduanya berbasis di Amerika Serikat, tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan Reuters.

Seorang petugas kepolisian, yang berbicara tanpa bersedia identitasnya disebutkan, mengatakan bahwa seorang pekerja KFC ditembak dan tewas di sebuah kedai yang terletak di pinggiran kota Lahore oleh orang-orang tak dikenal. Ketika peristiwa itu terjadi tidak ada aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat, dan polisi sedang menyelidiki apakah serangan itu bermotif masalah pribadi atau karena alasan lain.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Di Lahore, polisi dikerahkan untuk mengamankan 27 kedai KFC setelah dua serangan terjadi dan lima lainnya berhasil digagalkan.

“Kami sedang menyelidiki perang individu-individu dab kelompok-kelompok yang terlibat dalam serangan-serangan tersebut,” kata Faisal Kamran, seorang anggota senior kepolisian Lahore, seraya menambahkan bahwa sudah 11 orang ditangkap di kota itu, termasuk di antaranya seorang anggota partai politik Islam Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP). Dia mengatakan unjuk rasa yang terjadi di Lahore tidak secara resmi diselenggarakan oleh TLP.

Juru bicara TLP Rehan Mohsin Khan mengatakan organisasinya mendorong warga Muslim untuk memboikot produk-produk berkaitan dengan Israel, tetapi tidak menyerukan supaya mereka berunjuk rasa di luar kedai-kedai KFC.

“Apabila ada orang yang mengklaim sebagai pemimpin atau aktivis TLP terlibat dalam kegiatan seperti itu, maka tindakan itu harus dianggap sebagai tindakan pribadi, yang tidak ada hubungannya dengan kebijakan partai,” kata Khan.

Di Pakistan sejak lama KFC dianggap sebagai simbolisasi dari Amerika Serikat dan kerap menjadi target unjuk rasa dan serangan anti-AS.

Awal bulan ini, pemuka-pemuka agama Islam di Pakistan menyerukan boikot terhadap produk atau merek apa pun yang mereka katakan mendukung Israel atau perekonomian Amerika, tetapi meminta supaya masyarakat untuk tetap damai dan tidak melakukan kerusakan saat melakukan aksi protes.

Merk-merk Barat beberapa bulan terakhir menjadi target boikot di Pakistan dan sejumlah negara mayoritas Muslim berkaitan dengan tindakan ofensif dan represif tentara Zionis Israel di Gaza.

Yum Brands mengatakan salah satu merknya yang lain, Pizza Hut, menghadapi dampak berkepanjangan dari boikot yang berkaitan dengan perang Israel di Gaza.

Di Pakistan, merk lokal berusaha menjadi alternatif minuman cola bagi konsumen yang menolak membeli produk Coca-Cola dan Pepsi.

Menurut laporan GlobalData untuk tahun 2023 pangsa pasar Coca-Cola di Pakistan turun menjadi 5,7 dari 6,3 persen pada 2022, sementara PepsiCo turun menjadi 10,4 persen dari 10,8 persen pada periode yang sama.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaisraelkfcPakistanpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelabuhan Haifa Amerika Serikat Kenakan Tarif Pelabuhan Bagi Semua Kapal Terkait China
Tulisan selanjutnya Rusia Peringatkan Jerman Supaya Tidak Kirim Misil Taurus ke Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

15 Juli 2026 09:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?