Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Penyelidikan ‘Israel’: Hamas Kembangkan Doktrin Tempur  dan Taktik Ofensif Canggih

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 April 2025 16:34 4:34 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 April 2025 16:32
Bagikan
Pejuang Al-Qassam
Bagikan

Hidayatullah.com—Militer penjajah ‘Israel’ (IDF) menyebutkan Brigade Al-Qassam, sayap militer kelompok Hamas melakukan salah satu rencana pengecohan terbesar dan paling kompleks dalam sejarah militer dalam serangan 7 Oktober 2023, demikian dikutip Surat kabar ‘Israel’ Maariv, tentang “Operasi Taufan Al-Aqsa”.

Maariv mengatakan, berdasarkan penyelidikan IDF, bahwa selama bertahun-tahun Brigade Al-Qassam telah bekerja untuk mengembangkan strategi ofensif yang komprehensif.

Investigasi ‘Israel’ mengungkapkan kegagalan bersejarah dalam menghadapi serangan “Taufan Al-Aqsha”.

Menurut penyelidikan, pihak penjajah gagal memprediksi serangan itu meskipun ada beberapa sinyal, karena Hamas menunda operasi dua kali, yang pertama pada Oktober 2022 selama hari libur Yahudi, dan yang kedua pada April 2023 selama Paskah.

Sayangnya,  intelijen Militer dan dinas keamanan ‘Israel’, Shin Bet tidak dapat memberikan peringatan pre-emptive.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Investigasi juga menunjukkan bahwa kepemimpinan ‘Israel’ –baik secara politik maupun militer— percaya bahwa pejuang Hamas tidak tertarik pada eskalasi dan mencari penyelesaian politik, sementara kepemimpinan gerakan, yang dipimpin oleh Yahya Sinwar, sedang mengembangkan rencana sistematis untuk serangan itu.

Menurut penyelidikan IDF, setelah runtuhnya sistem pertahanan ‘Israel’ dan hanya dalam 6 jam, sekitar 5.500 pejuang perlawanan Palestina berhasil masuk wilayah ‘Israel’ melalui 114 titik penetrasi perbatasan.

Mereka lolos masuk menggunakan 59 jalur serangan, sementara unit angkatan laut dan udara berusaha melakukan serangan simultan.

Akibatnya, ‘Israel’ menderita pukulan telak pada jam-jam awal serangan, menurut penyelidikan, dengan melihat brigade dan komandan lapangan tewas, yang menyebabkan runtuhnya sistem komando dan kontrol IDF.

Menurut klaim ‘Israel’, “Operasi Taufan Al-Aqsha” menewaskan 1.320 orang ‘Israel’, termasuk 457 personel militer, menangkap 251 orang, dan melukai ribuan lainnya.

Seorang pejabat senior IDF menggambarkan serangan itu sebagai “bencana militer yang belum pernah terjadi sebelumnya,” menambahkan bahwa penyelidikan telah mengungkapkan kelemahan serius dalam kesiapsiagaan dan kemampuan respons cepat.

“Kegagalan membutuhkan pembelajaran untuk generasi yang akan datang,” kata militer, menambahkan bahwa penyelidikan tidak memberikan “penjelasan yang memuaskan” untuk kegagalan itu.

Investigasi menunjukkan bahwa perencanaan serangan 7 Oktober dimulai lebih dari satu dekade yang lalu, dengan strategi Hamas mengkristal setelah operasi ‘Israel’ bertajuk Guardian of the Walls pada tahun 2021, ketika kelompok tersebut menyadari bahwa mereka dapat menimbulkan kerusakan yang signifikan pada pihak ‘Israel’.

Menurut IDF, operasi itu menandai titik balik dalam doktrin tempur Hamas, karena telah mulai mengembangkan taktik ofensif canggih yang memanfaatkan kelemahan dalam pertahanan ‘Israel’.

Investigasi ini juga menunjukkan gambaran yang meresahkan di ‘Israel’ tentang tingkat kegagalan militer dan intelijen ‘Israel’ dalam menghadapi “Taufan  Al-Aqsha,” di tengah pertanyaan tentang kesiapan negara Yahudi untuk menghadapi ancaman serupa di masa depan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:7 OktoberBrigade al-QasamBrigade Izuddin al-Qasamdoktrin tempurHAMASHeadlineIDFisraeltaktik ofensifTaufan Al-Aqsha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menghidupkan Nilai Ramadhan
Tulisan selanjutnya Penggunaan Kokain dan Heroin Meningkat di Jerman, Legalisasi Ganja Mempersulit Aparat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?