Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Penggunaan Kokain dan Heroin Meningkat di Jerman, Legalisasi Ganja Mempersulit Aparat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 April 2025 18:57 6:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 April 2025 18:57
Bagikan
Kokain.
Bagikan

Hidayatullah.com– Penggunaan narkotika keras seperti kokain dan heroin meningkat di Jerman, menurut kepala kepolisian negara itu, yang juga meyakini bahwa legalisasi parsial atas ganja punya andil dalam mempersulit kerja aparat.

Jerman mengalami lonjakan konsumsi kokain di tengah peningkatan secara umum penggunaan narkotika keras (di Indonesia narkotika golongan 1), menurut kepala Kantor Kepolisian Kriminal Federal (BKA).

“Penggunaan kokain menyebar cepat di Jerman,” kata Holger Münch, seperti dikutip RND hari Selasa (22/4/2025).

Münch memgatakan fokus perdagangan narkoba internasional bergeser ke Eropa karena “pasar di kawasan Amerika Utara sudah mengalami kejenuhan.”

Menurut statistik kriminalitas Jerman tahun 2024 yang dikutip kantor berita DPA, jumlah pelanggaran pidana berkaitan dengan kokain di negara itu naik hampir 5% tahun lalu.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Münch juga memperingatkan perihal perubahan dinamika dalam pasar heroin global yang disebabkan oleh larangan opium yang diberlakukan oleh pemerintahan Taliban di Afghanistan.

“Hal ini menciptakan kelangkaan dan karenanya meningkatkan risiko heroin dicampur dengan opioid sintetis, yang lebih berbahaya bagi pengguna,” papar Münch seperti dilansir DW, menyinggung masalah yang disebabkan fentanyl di Amerika Serikat, meskipun pelanggaran berkaitan dengan heroin di Jerman angkanya menurun tahun lalu.

Münch juga mengutarakan ketidakyakinannya atas legalisasi parsial ganja yang disahkan oleh pemerintahan koalisi Jerman saat ini yang akan segera berakhir masanya. Sejak April 2024, pembudidayaan ganja dalam jumlah kecil di klub-klub khusus berizin untuk kepentingan pribadi diperbolehkan, sementara orang dewasa diperbolehkan membawa ganja tidak lebih dari 25 gram di tempat umum untuk kepentingan pribadi.

“Legalisasi ganja tidak memberikan pengaruh terhadap pasar gelap; klub-klub ganja ini bahkan tidak memenuhi permintaan,” kata Münch. Menurutnya, legalisasi ganja itu justru mempersulit kerja aparat.

“Ketika orang bisa secara legal membawa ganja 25 gram di sakunya,” semakin sulit bagi petugas untuk membuktikan bahwa mereka sedang berusaha untuk menjualnya,” jelasnya.

Dalam perundingan pembentukan pemerintahan koalisi, Partai Kristen Demokrat (CDU) dan Sosial Demokrat (SPD) sepakat untuk melakukan evaluasi legalisasi ganja pada musim gugur 2025, dengan CDU bermaksud untuk membatalkan sepenuhnya legalisasi itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ganjaheroinJermanKokainnarkoba
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyelidikan ‘Israel’: Hamas Kembangkan Doktrin Tempur  dan Taktik Ofensif Canggih
Tulisan selanjutnya Yordania Sita Aset dan Kantor Ikhwanul Muslimun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?