Hidayatullah.com—Petarung MMA asal Irlandia, Paddy McCorry, mencuri perhatian dunia olahraga dan politik setelah mengalahkan rivalnya asal ‘Israel’, Shuki Farage, dalam ajang “Cage Warriors 189” yang digelar di Roma, Italia, pada Sabtu malam, 31 Mei 2025.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk saya — ini untuk Palestina!”, ujar pria berusia 27 tahun itu menyampaikan pesan sambil membungkus dirinya dengan bendera Palestina di tengah sorakan penonton.
Kemenangan McCorry diraih lewat keputusan mutlak juri, namun momen paling menyita perhatian justru terjadi saat pertarungan berlangsung: McCorry meneriakkan “Free Palestine” sambil menghujani Farage dengan pukulan, sebuah aksi yang langsung viral di media sosial.
Dalam laporan The Palestine Chronicle, disebutkan bahwa McCorry secara terang-terangan menunjukkan solidaritasnya terhadap rakyat Palestina dengan mengibarkan bendera Palestina di atas ring sesaat setelah dinyatakan menang. Ia kembali meneriakkan “Free Palestine!”, yang disambut sorakan penonton. Video momen tersebut telah ditonton jutaan kali di X (Twitter) dan Instagram.
Menurut The New Arab, Farage bukan sekadar petarung biasa. Ia diketahui mantan personel Pasukan Penjajah Israel (IDF) dan sebelumnya pernah menyatakan akan “menghancurkan” McCorry dalam duel tersebut. Namun hasil di ring justru sebaliknya—Farage kalah telak dan menonaktifkan akun media sosialnya usai dibanjiri kritik publik atas latar belakang militernya.
Belfast Telegraph menyoroti bahwa McCorry mendominasi laga sejak ronde pertama hingga akhir, menyebut penampilannya sebagai salah satu yang paling meyakinkan dalam sejarah Cage Warriors.
Media tersebut juga mencatat bahwa penonton terdengar meneriakkan “Free, free Palestine!” sepanjang pertandingan—menjadikan arena sebagai panggung solidaritas.
Sikap McCorry mendapatkan dukungan luas dari berbagai komunitas pro-Palestina di Eropa dan Timur Tengah. Banyak pihak memujinya karena menggunakan olahraga sebagai panggung perlawanan atas ketidakadilan, khususnya terhadap situasi di Gaza.
Sebagaimana dicatat oleh Palestine Chronicle, aksi ini mengingatkan publik pada gelombang dukungan pro-Palestina di dunia olahraga global, seperti yang terjadi baru-baru ini saat fans PSG mengangkat spanduk bertuliskan “STOP GENOCIDE IN GAZA” dalam final Liga Champions di Munich.
Kemenangan ini, Paddy McCorry tak hanya menjadi simbol olahraga. Ia menambah daftar panjang atlet dunia yang menggunakan panggung olahraga untuk menyuarakan keadilan dan perlawanan terhadap penindasan dalam solidaritas global untuk Palestina.*




