Hidayatullah.com— Aktor laga legendaris Jackie Chan perah diberitakan akan mewariskan kekayaannya untuk amal yang ditaksir mencapai lebih dari 350 juta dolar AS (setara Rp 5.7 triliun) akibat kecewa kedua anaknya karena dianggap kurangnya sopan santun dan adab sebagai alasan utama.
“Jika dia (Jaycee Chan) mampu, dia bisa menghasilkan uang sendiri. Jika tidak, dia hanya akan menyia-nyiakan uang saya,” ujar Jackie Chan kepada media.
Pernyataan ini dinilai sebagai ungkapan kekecewaan Chan terhadap perilaku puteranya, yang menyebabkan keputusannya untuk menyumbangkan kekayaannya.
Meskipun ia tidak secara eksplisit menyatakan kurangnya sopan santun dan adab sebagai alasan utama, ia menyebutkan bahwa putranya, Jaycee Chan, memiliki riwayat membuat keputusan yang buruk, termasuk penggunaan narkoba dan menghabiskan uangnya untuk hura-hura, menyebabkan masalah hukum dan memengaruhi reputasinya sebagai public figure.
Jaycee Chan, yang juga berkarier di dunia hiburan sebagai aktor dan penyanyi, sempat tersandung kasus narkoba pada tahun 2014.
Ia ditangkap di Beijing setelah polisi menemukan lebih dari 100 gram ganja di kediamannya. Hasil tes menunjukkan ia positif menggunakan narkoba. Akibatnya, Jaycee dijatuhi hukuman enam bulan penjara karena “menyediakan tempat bagi orang lain untuk menggunakan narkoba”.
Skandal tersebut menjadi pukulan berat bagi Jackie Chan, yang pada saat itu menjabat sebagai Duta Anti-Narkoba Nasional Tiongkok. Dalam pernyataan resminya, Chan menyatakan:
“Saya sangat marah dan terkejut. Sebagai figur publik, saya merasa malu. Sebagai ayah, saya sangat sedih. Ibunya sangat terpukul.”
Chan juga menambahkan bahwa ia tidak akan menggunakan pengaruh atau kekayaannya untuk melindungi Jaycee dari konsekuensi hukum.
“Saya katakan padanya: jika kamu melakukan kesalahan, kamu harus menanggung akibatnya. Sebagai ayah, saya akan mendampingimu, tapi tidak menutupimu,” katanya kepada media.
Ia menilai kekayaan warisan justru bisa menjadi beban jika tidak dibarengi dengan kedewasaan dan kerja keras.
Lesbian, Narkoba dan Figur Ayah
Jackie Chan memiliki dua anak dari dua hubungan berbeda. Jaycee Chan adalah anak laki-lakinya dari pernikahan dengan Joan Lin, sedangkan Etta Ng adalah anak perempuan dari hubungan kumpul kebo dengan Elaine Ng Chok Lam.
Keduanya kerap menuai kontroversi, dan perilaku mereka dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung oleh sang ayah.
Jaycee Chan menjadi sorotan tajam pada 2014 ketika ditangkap karena kasus narkoba di Beijing. Ia kedapatan menyimpan lebih dari 100 gram ganja dan dinyatakan positif mengonsumsinya.
Jaycee dijatuhi hukuman enam bulan penjara. Kasus ini sangat memalukan bagi Jackie Chan, yang saat itu menjabat sebagai Duta Anti-Narkoba Tiongkok.
Selain itu, Jaycee dikenal menjalani gaya hidup mewah dan glamor sebagai anak selebritas, namun tidak menunjukkan pencapaian berarti dalam dunia hiburan.
Jackie pernah menyebut Jaycee sebagai sosok yang belum cukup dewasa dan disiplin. Ia bahkan berkata, “Jika dia bisa menghasilkan uang sendiri, dia tidak butuh uang saya. Jika tidak, dia hanya akan menyia-nyiakan uang saya.”
Sedang Etta Ng Chok Lam, anak Jackie dari hubungan perselingkuhan, juga memicu polemik publik. Sejak kecil, Etta hidup tanpa perhatian langsung dari ayahnya dan tumbuh dalam hubungan yang renggang.
Ia sempat membuat heboh setelah kabur dari rumah bersama pasangan lesbiannya, seorang wanita Kanada, dan mengaku hidup menggelandang di Toronto.
Etta secara terbuka sebagai seoranf LGBTQ+ dan ‘menikah’ dengan pasangannya lesbinya, Andi Autumn, memilih hidup di Kanada guna menghindari media China.
Mereka mengunggah video meminta bantuan, menyebut keluarga mereka tidak menerima mereka karena orientasi kelainan seksual mereka, yang LGBT.
Dalam video itu, Etta menyindir keras ayahnya dan berkata, “Kami tidur di bawah jembatan, dan tidak ada yang peduli. Bahkan keluarga kami pun tidak.”
Meski perilaku kedua anaknya bisa jadi dipengaruhi oleh kurangnya perhatian orang tua dan figue ayah di masa kecil, Jackie Chan tetap memilih untuk tidak mewariskan kekayaannya.
Keputusan ini, yang awalnya diumumkan pada tahun 2011, tetap tidak berubah pada tahun 2024 dan 2025.
Chan menekankan bahwa putranya, Jaycee Chan, tidak akan mewarisi kekayaannya, karena ia percaya bahwa Jaycee harus menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa bergantung pada kekayaan yang diwariskan.
Ia telah menyatakan, “Jika ia mampu, ia dapat menghasilkan uangnya sendiri. Jika tidak, maka ia hanya akan membuang-buang uang saya.”
Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, Chan telah menegaskan kembali pendiriannya ini di berbagai forum publik, termasuk platform media sosial seperti Instagram dan Threads.
Meskipun Chan belum mengungkapkan rincian spesifik tentang badan amal yang akan mendapatkan keuntungan dari hartanya, usaha filantropisnya terdokumentasi dengan baik. Ia telah menjadi pendukung yang antusias bagi banyak organisasi, termasuk UNICEF, Operation Smile, dan Yayasan Amal Jackie Chan miliknya sendiri. Afiliasi ini menunjukkan bahwa kekayaannya akan diarahkan untuk tujuan yang telah lama ia perjuangkan.*/scmp, bbc




