Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Penghargaan Tertinggi Prancis untuk Bekas Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Dicabut

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Juni 2025 18:50 6:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Juni 2025 18:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Penghargaan tertinggi yang diberikan oleh negara Prancis, Légion d’honneur, untuk bekas presiden Nicolas Sarkozy dicabut, menyusul vonis hukuman dalam kasus korupsi, menurut keputusan yang diumumkan hari Ahad (15/6/2025).

Politisi sayap kiri itu memerintah Prancis dari 2007 sampai 2012, dan sejak tidak menjabat akibat kalah telak dalam pemilu dia tersandung serentetan kasus hukum.

Persidangan banding tahun lalu mengukuhkan keputusan pengadilan sebelumnya dalam dakwaan berusaha secara tidak sah untuk mendapatkan simpati seorang hakim yang mengadili kasusnya dan memerintahkan Sarkozy untuk mengenakan gelang kaki elektronik narapidana sebagai pengganti hukuman penjara satu tahun.

Sejak itu seruan untuk pencabutan penghargaan yang diberikan negara kepadanya terus terdengar, meskipun presiden saat ini Emmanuel Macron mengutarakan penentangannya terhadap langkah tersebut.

Sarkozy merupakan bekas kepala negara kedua yang pernah dilucuti penghargaannya setelah kolaborator Nazi Philippe Petain, yang dinyatakan bersalah pada Agustus 1945 dalam dakwaan pengkhianatan tingkat tinggi dan berkonspirasi dengan musuh.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Sarkozy, yang gelang kaki narapidananya dilepas bulan ini, sedang mengupayakan langkah hukum terakhir yang bisa dilakukannya, mengadu ke European Court of Human Rights, untuk melepaskan dirinya dari tuduhan tersebut, lansir RFI.

Saat ini Sarkozy sedang menjalani sidang kasus terpisah berupa dakwaan menerima pendanaan kampanye ilegal dari mendiang pemimpin Libya Muammar Qaddafi.

Pengadilan akan mengeluarkan keputusan kasus itu pada bulan September dengan pihak jaksa meminta hukuman tujuh tahun penjara untuk Sarkozy, yang membantah dakwaan.

Meskipun tersandung banyak kasus hukum, Sarkozy, yang merupakan keturunan Yahudi, masih dipandang sebagai politisi sayap kanan dan diketahui kerap bertemu dengan Macron.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Nicolas SarkozyPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Delapan Pemukim ‘Israel’ Tewas dan 100 Luka-Luka dalam Serangan Rudal Iran
Tulisan selanjutnya Jamaah Haji Iran yang Terdampar di Arab Saudi Mulai Dipulangkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?