Hidayatullah.com – Penurunan penjualan terus dialami jaringan kedai kopi asal Amerika Serikat, Starbucks akibat boikot dan protes atas dukungan mereka kepada ‘Israel’. Laporan terbaru Berjaya Food Berhad, waralaba Starbucks Malaysia, pada Rabu (27/08/2025) mengungkap penurunan penjualan hingga 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun fiskal yang berakhir pada Juni 2025, pendapatan Starbucks turun menjadi 477 juta ringgit Malaysia (Rp1,86 triliun). Perusahaan juga mencatat kerugian bersih sebesar Rp1,138 triliun sepanjang tahun fiskal.
Pada periode April-Juni, pendapatan perusahaan turun menjadi Rp452 miliar pada kuartal kedua. Jaringan kedai kopi tersebut membukukan total kerugian sebesar Rp732 miliar pada periode yang sama.
“Penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh dampak berkepanjangan dari sentimen yang sedang berlangsung terkait konflik Timur Tengah, yang memengaruhi dinamika pasar dan pola belanja pelanggan,” ujar Berjaya Food dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Tutup 50 Gerai, Starbucks Malaysia Diperkirakan Merugi Rp 230 M
Tuntutan untuk memboikot perusahaan-perusahaan Barat yang diduga memiliki hubungan atau membantu entitas zionis ‘Israel’ semakin gencar di tengah genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Penjajah ‘Israel’ telah membunuh hampir 63.000 warga Palestina, dan menyebabkan kelaparan massal serta kehancuran yang meluas di seluruh wilayah pesisir tersebut.*




