Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Makin Mesra, Uni Emirat Arab Beli Tanah untuk Kedutaan di ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2025 11:37 11:37 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Oktober 2025 11:37
Bagikan
uni emirat arab
Bagikan

Hidayatullah.com – Uni Emirat Arab dilaporkan telah membeli tanah di ‘Israel’ untuk kedutaan besar permanennya. Hal itu dilakukan berkoordinasi dengan Otoritas Pertanahan Israel dan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Perusahaan Penyiaran Israel (KAN) pada Senin (20/10/2025), mengatakan pembelian tersebut bernilai “puluhan juta shekel,” dan menyebutnya sebagai fase baru dalam hubungan bilateral berdasarkan Perjanjian Abraham.

Menurut Jerusalem Post, kedutaan akan dibangun di Herzliya setelah pemilihan yang kompleks selama empat tahun “atas permintaan Kantor Perdana Menteri dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Herzliya.”

Wali Kota Herzliya, Yariv Fisher, menyambut baik langkah tersebut, dengan mengatakan, “Kami menyambut baik kenyataan bahwa gedung Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Israel akan dibangun di Herzliya.” Ia mengaku telah beberapa kali bertemu dengan Duta Besar UEA Mohamed al-Khaja untuk mendukung pemilihan lokasi tersebut.

Kesepakatan ini muncul di tengah pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap “gencatan senjata” Gaza, yang telah menewaskan puluhan orang dalam beberapa hari terakhir, memicu kemarahan yang meluas di seluruh dunia Arab.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Sejak menormalisasi hubungan pada tahun 2020, UEA telah mengoperasikan misi diplomatiknya dari gedung sewaan di Tel Aviv.

Pada bulan Juli 2021, Abu Dhabi secara resmi membuka kedutaannya di dalam gedung Bursa Efek Tel Aviv, menjadi negara Teluk pertama yang melakukannya.

Baik pejabat Emirat maupun ‘Israel’ belum berkomentar secara terbuka mengenai pembelian tanah tersebut.

Lima tahun setelah menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’, UEA tetap mempertahankan komitmennya terhadap Perjanjian Abraham meskipun terjadi genosida di Gaza dan adanya penolakan publik yang meluas.

Kerja sama perdagangan, pariwisata, dan teknologi antara kedua negara terus berkembang, sementara UEA tetap menjadi salah satu dari segelintir negara Arab yang mempertahankan hubungan diplomatik resmi dengan ‘Israel’.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abraham AccordsisraelpalestinaPerjanjian AbrahamtanahUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Munas VI Hidayatullah Serukan Harmoni Keislaman dan Keindonesiaan Menuju 2045 Munas VI Hidayatullah Serukan Harmoni Keislaman dan Keindonesiaan Menuju 2045
Tulisan selanjutnya Komentar negatif perundungan dan bullying di media sosial Merundung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?