Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

RSF Membunuh 300 Perempuan, Memperkosa 25 Orang dalam 48 Jam Pertama

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 November 2025 16:58 4:58 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 November 2025 16:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perempuan “menjadi korban serangan seksual, kekerasan, dan penyiksaan” oleh RSF, termasuk jurnalis perempuan, kata Menteri Negara untuk Kesejahteraan Sosial.

Pasukan Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) membunuh 300 perempuan dan memperkosa 25 lainnya dalam dua hari pertama memasuki Al Fasher, ibu kota negara bagian Darfur Utara di Sudan barat, kata seorang menteri Sudan.

“RSF membunuh 300 perempuan selama dua hari pertama mereka memasuki Al Fasher,” kata Menteri Negara untuk Kesejahteraan Sosial Salma Ishaq kepada Anadolu.

Ia mengatakan bahwa perempuan di Al Fasher telah “menjadi korban serangan seksual, kekerasan, dan penyiksaan” sebelum dibunuh.

“Semua perempuan di kota ini terpapar kekerasan seksual dan pembunuhan. Tidak ada perempuan yang kebal atau terlindungi, bahkan anak-anak sekalipun,” kata menteri tersebut, seraya mencatat bahwa kasus pemerkosaan yang terdokumentasi mencapai 25 kasus.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Ada laporan jurnalis perempuan yang diperkosa, dan kejahatan ini telah dipublikasikan,” tambahnya.

“Kekerasan seksual bahkan menyasar anak-anak di depan ibu mereka, yang kemudian dibunuh. Semua orang telah melihat adegan ini dalam video,” kata menteri tersebut.

“Siapa pun yang meninggalkan Al Fasher menuju Tawila (di Darfur Utara) berada dalam risiko, karena jalan antara kedua kota tersebut telah menjadi ‘jalan kematian’,” kata Ishaq, merujuk pada kekerasan fisik terhadap perempuan dengan hinaan rasis.

“RSF menggunakan penghinaan dan pemerkosaan sebagai alat untuk melawan perempuan yang melarikan diri dari Al Fasher.”

Menteri Sudan tersebut mengatakan bahwa masih ada keluarga di Al Fasher yang menjadi sasaran penyiksaan, penghinaan, dan kekerasan seksual.

“Apa yang terjadi di Al Fasher adalah tindakan pembersihan etnis yang sistematis, sebuah kejahatan besar di mana semua orang terlibat melalui kebisuan mereka.”

Ishaq mengatakan kejahatan RSF di Al Fasher menyerupai pembantaian yang terjadi di Geneina, ibu kota Darfur Barat pada tahun 2023.

Menurut laporan PBB pada Januari 2024, antara 10.000 hingga 15.000 orang tewas di Geneina, termasuk gubernur negara bagian, dalam kekerasan berbasis etnis yang dilakukan oleh RSF dan milisi sekutu.

“Tentu saja, apa yang terjadi di Geneina tidak didokumentasikan secara ekstensif seperti di Al Fasher. Rekaman RSF sendiri di Geneina tidak sebanyak di Al Fasher,” kata Ishaq.

Menteri tersebut menekankan bahwa mendokumentasikan kejahatan RSF telah menjadi “bagian dari senjata kelompok pemberontak untuk mengalahkan pihak lawan.”

“Kenikmatan membunuh itu sendiri memberi mereka rasa kemenangan. Secara psikologis, itu merupakan bentuk kemenangan yang sakit. Ini tentang dominasi, dan dominasi telah menjadi senjata kunci bagi RSF,” tambahnya.

“Jika RSF tetap di Al Fasher, mereka akan membasmi setiap manusia di Darfur. Ini adalah pembersihan etnis sistematis, dan semua orang terlibat karena diamnya mereka,” menteri tersebut memperingatkan.

Ia menegaskan kembali bahwa diamnya komunitas internasional akan mendorong RSF untuk melakukan lebih banyak kejahatan di Al Fasher dan di seluruh negeri.

Bantuan Kemanusiaan Mengenai bantuan kemanusiaan di Al Fasher, Ishaq mengatakan bantuan yang disalurkan di Tawila melalui beberapa organisasi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan keluarga pengungsi di kota tersebut.

Ia mencatat bahwa badan-badan pemerintah tidak dapat memasuki wilayah tersebut, karena membahayakan nyawa warga sipil dan pekerja kemanusiaan lainnya.

“Namun kami terus berhubungan dengan semua pihak dan berusaha membantu menyalurkan dana tanpa mengumumkannya,” ujarnya.

Pada 26 Oktober, RSF merebut kendali Al Fasher dan melakukan “pembantaian” terhadap warga sipil, menurut organisasi lokal dan internasional, di tengah peringatan bahwa serangan tersebut dapat memperkuat pemisahan geografis Sudan.

Pada hari Rabu, pemimpin RSF Mohamed Hamdan Dagalo (Hemetti) mengakui bahwa “pelanggaran” telah terjadi oleh pasukannya di Al Fasher, dengan mengklaim bahwa komite investigasi telah dibentuk.

Dengan jatuhnya Al Fasher, RSF menguasai kelima negara bagian Darfur di barat, dari 18 negara bagian Sudan, sementara militer menguasai sebagian besar wilayah dari 13 negara bagian yang tersisa di selatan, utara, timur, dan tengah, termasuk ibu kota Khartoum.

Darfur mencakup sekitar seperlima wilayah Sudan, tetapi sebagian besar dari 50 juta penduduk negara itu tinggal di wilayah yang dikuasai militer.* Trt

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-FasherDarfur Utaragenosida Sudanmemperkosaperempuan SudanRapid Support ForcesRSF
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Langgar Gencatan Senjata Gaza 194 Kali Sejak 10 Oktober
Tulisan selanjutnya Kecanduan Media Sosial Berdampak Kesepian dan Kecemasan Akan Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?