Hidayatullah.com— Jet latih canggih Hurjet resmi memasuki tahap produksi massal setelah dua prototipe pesawat buatan dalam negeri Türkiye itu menyelesaikan sekitar 340 penerbangan dengan total 260 jam terbang. Informasi ini disampaikan pejabat pertahanan Turki dalam laporan Anadolu Agency, Selasa, 25 November 2025.
Turkish Aerospace Industries (TAI) kini mempercepat persiapan lini produksi untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Turki. Hurjet dijadwalkan mulai diserahkan kepada tim aerobatik Turkish Stars pada 2026, sementara unit baru akan menjalani penerbangan perdana pada kuartal pertama tahun depan.
Dikembangkan Sejak 2017, Uji Terbang Berjalan Lancar
Program Hurjet dimulai pada Agustus 2017 dan mencatat penerbangan perdana pada April 2023. Komponen pertama pesawat memasuki perakitan akhir pada Juni 2022, dilanjutkan uji darat seperti pengecekan avionik, uji roda pendarat, mekanisme kanopi, serta pemeriksaan sistem elektrik dan bahan bakar.
Pesawat ini menyalakan mesin pertama kali pada 30 Januari 2023 dan terbang perdana pada 25 April 2023. TAI melanjutkan pengujian dalam berbagai skenario, termasuk formasi terbang dua Hurjet dengan warna kamuflase berbeda serta uji penerbangan bersama tim aerobatik Turkish Stars.
Dalam fase produksi massal, TAI menargetkan kapasitas pembuatan dua unit per bulan. Angkatan Udara Turki akan menerima 16 unit awal, dengan jumlah tambahan menyusul seiring pengembangan konfigurasi baru.
Hurjet dirancang untuk pelatihan jet tempur modern, patroli udara bersenjata maupun tidak bersenjata, serta misi aerobatik. Pesawat bermesin tunggal ini memiliki panjang 13,6 meter, tinggi 4,1 meter, dan bentang sayap 9,5 meter.
Kecepatannya dapat mencapai Mach 1.4, dengan ketinggian terbang hingga 45.000 kaki dan kapasitas muatan 3 ton melalui tujuh hardpoint.
Türkiye Bersiap Teken Kontrak Ekspor dengan Spanyol
Dalam wawancara kepada media Spanyol El Espanol, CEO TAI Mehmet Demiroglu menyatakan bahwa perusahaan tengah menuntaskan persiapan penandatanganan kontrak ekspor Hurjet ke Spanyol.
Ia menegaskan bahwa pesawat ini mudah dikonfigurasi sesuai kebutuhan negara pembeli, termasuk varian khusus maupun misi tambahan.
Kontrak yang diperkirakan bernilai 3,12 miliar euro (setara 3,6 miliar dolar AS) itu mencakup sekitar 45 unit Hurjet untuk menggantikan armada F-5 Spanyol yang menua. Jika kesepakatan diteken, pengiriman direncanakan mulai 2028.* aa
Dengan dimulainya produksi massal Hurjet dan peluang ekspor besar ke Spanyol, Türkiye semakin mengukuhkan diri sebagai produsen jet latih canggih di pasar global, sekaligus memperluas kapasitas industri pertahanan nasional.*




