Hidayatullah.com– Ilmuwan mengungkap fakta menakjubkan mengenai kapasitas penyimpanan data genetik dalam satu kali ejakulasi sperma manusia. Diperkirakan, jumlah data genetik yang terkandung dalam satu “full load” sperma setara dengan sekitar 160.000 terabyte (TB) data digital.
Angka ini menjadi bukti kehebatan sistem penyimpanan informasi dalam DNA, yang tak tertandingi oleh teknologi komputer manapun di dunia.
Menurut pakar bioteknologi, setiap sel sperma membawa salinan lengkap DNA manusia, yang merupakan sistem penyimpanan data paling efisien di alam semesta.
“Satu sel sperma mengandung sekitar 37,5 megabyte informasi DNA. Dalam satu kali ejakulasi, dengan jumlah sperma mencapai ratusan juta, kapasitas data yang ditransfer tidak kalah dari ratusan ribu terabyte data digital,” demikian kata Dr. Zsolt Kopa, Kepala Pusat Andrologi Universitas Semmelweis, dikutip Euronews.
Lebih lanjut, DNA menyimpan jutaan instruksi genetik yang dikemas dalam ruang yang sangat kecil dan terkompresi rapi — sesuatu yang tidak dapat disejajarkan oleh teknologi penyimpanan data modern.
Konsep ini telah menginspirasi riset dalam pengembangan teknologi penyimpanan data berbasis DNA sintetis, yang diyakini akan menjadi revolusi di bidang komputasi di masa depan.
Fakta ini menarik perhatian di kalangan ilmiah dan publik sebagai gambaran betapa kompleksnya sistem kehidupan manusia. Selain menyimpan informasi genetik, sperma juga berperan aktif dalam memperbaiki dan menjaga stabilitas DNA keturunannya, demikian yang ditemukan dalam studi terbaru oleh para peneliti Universitas Stanford dan berbagai institusi lainnya.
DNA: Informasi Genetik sebagai ‘Hard Drive’ Alam
Setiap sel manusia — termasuk sperma pada pria — membawa salinan lengkap genom, yakni seluruh materi genetik yang diperlukan untuk membentuk manusia. Genom manusia terdiri dari sekitar 3 miliar pasangan basa (base pairs) DNA.
Sistem sintesis dan pemetaan genetika menggunakan data dari urutan (sequence) basa-basa ini untuk memetakan gen, kromosom, dan informasi genetik lainnya.
Secara teoritis, jika kita mentranskripsikan urutan basa DNA ke dalam kode digital (misalnya A, C, G, T sebagai huruf atau bit), kemampuan penyimpanan data DNA sangat besar — jauh melampaui media penyimpanan digital konvensional. Hal inilah yang membuat para ilmuwan tertarik pada DNA sebagai masa depan penyimpanan data jangka panjang (DNA data storage).*




