Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dukung Palestine Action Buku Penulis Sally Rooney Terancam Ditarik dari Penjualan di Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 November 2025 11:21 11:21 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 November 2025 11:21
Bagikan
Sally Rooney
Bagikan

Hidayatullah.com– Penulis asal Irlandia Sally Rooney mengatakan dalam persidangan di High Court bahwa “hampir dipastikan” dirinya tidak akan dapat menerbitkan novel baru di Inggris dan kemungkinan terpaksa menarik bukunya yang saat ini dijual di Inggris disebabkan adanya pelarangan berdasarkan UU terorisme terhadap Palestine Action, sebuah gerakan pro-Palestina yang didukungnya.

Rooney mengatakan peraturan perundangan Inggris membuat dirinya kemungkinan tidak akan bisa mendapatkan royalti dari lembaga penyiaran BBC atau penerbit-penerbit di negara itu yang mempublikasikan karya-karyanya karena mereka akan dituduh mendanai terorisme.
Kelompok itu dinyatakan terlarang pada bulan Juli, setelah Kementerian Dalam Negeri Inggris menuduh aktivis kelompok itu melakukan perusakan terhadap properti milik negara. Pendiri kelompok itu menggugat keputusan pemerintah itu ke High Court, dengan alasan melanggar hak masyarakat untuk melakukan protes atau berunjuk rasa.

Penulis buku “Normal People” itu mendukung kampanye yang mendesak pemerintah Inggris untuk membatalkan larangan terhadap Palestine Action.

Dalam dua pernyataan berupa testimoni saksi di High Court, Rooney mengatakan dirinya meyakini bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza, dan bahwa aktivitas Palestine Action di Inggris merupakan sebuah bentuk ketidakpatuhan sipil yang sudah berlangsung lama dan menjadi tradisi, sebuah praktik ketidakpatuhan publik sebagai bentuk protes.

“Saya sendiri secara terbuka mendukung penggunaan aksi terarah, termasuk sabotase terhadap properti, demi membela keadilan iklim,” kata Rooney, seraya menegaskan taktik serupa perlu dilakukan guna mencegah genosida.

Baca Juga

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Israel senantiasa membantah bahwa aksi-aksinya di Gaza merupakan tindakan genosida dan bahwa apa yang dillakukannya di Gaza semata merupakan tindakan pembelaan diri.

Rooney mengatakan bahwa pelarangan atas Palestine Action dengan menggunakan UU terorisme seharusnya tidak berdampak terhadap dirinya karena sebagai seorang penulis dirinya memiliki hak untuk berekspresi.

Dia menjelaskan kepada pengadilan bahwa dirinya menerima pembayaran royalti secara berkala atas karya-karyanya yang diadaptasi oleh lembaga penyiaran publik Inggris British Broadcasting Corporation (BBC).

Pada bulan Agustus dalam sebuah artikel yang dimuat Irish Times dikatakan bahwa Rooney bermaksud menggunakan royalti yang diterimanya untuk mendukung Palestine Action.

Menyusul pernyataan tersebut, penulis wanita itu mendapatkan informasi bahwa pembayaran royalti kemungkinan tidak dapat diterimanya karena akan dianggap melanggar UU terorisme Inggris.
Rooney mengatakan kepada pengadilan bahwa ketidakpastian hukum ini berdampak terhadap hak-haknya sebagai seorang seniman — serta berdampak pula terhadap penerbitnya.

“Apabila… Faber & Faber Limited terlarang secara hukum untuk membayar royalti yang seharusnya saya terima, maka karya-karya saya yang ada saat ini kemungkinan juga harus ditarik dari penjualan,” kata Rooney.

“Novel-novel saya populer dan berpengaruh di Inggris, di mana saya termasuk di antara penulis karya sastra terlaris kurun satu dekade terakhir,” paparnya.

“Menghilangnya karya saya dari rak-rak toko buka akan menjadi penanda ekstrem campur tangan negara dalam ranah ekspresi artistik.”

“Hampir dipastikan juga bahwa saya tidak lagi dapat menerbitkan atau menghasilkan karya baru di Inggris selama kebijakan tersebut masih diberlakukan.”

Rooney pada bulan September secara terbuka mengatakan bahwa dia tidak yakin bahwa dirinya tidak lagi diperbolehkan bepergian ke Inggris disebabkan oleh sikapnya tersebut.

“Saya tetap dan akan terus berkomitmen mendukung Palestine Action. Apabila sikap dukungan ini dikriminalisasi, saya secara efektif akan dilarang berbicara di acara umum manapun di Inggris di masa mendatang.”

“Apakah mungkin bahwa saya akan bisa lagi berkolaborasi dengan lembaga-lembaga publik Inggris seperti BBC sebagaimana yang sudah saya lakukan di masa lampau?”

Persidangan masih akan berlangsung sampai hari Kamis pekan depan. Para pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung pengadilan High Court saat sidang pembukaan, lapor BBC Jumat (28/11/2025).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisSally Rooney
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Instagram algoritma Rusia Ancam Akan Melarang Penuh WhatsApp
Tulisan selanjutnya Kereta Riyadh Metro Dapat Pengakuan Guinness World Record

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

21 Juli 2026 18:02
Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

21 Juli 2026 14:37
Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?