Hidayatullah.com – Banjir bandang di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) meninggalkan kehancuran dan berdampak pada di Pondok Pesantren Darul Ma’rifah milik Hidayatullah di Jalan AMD, Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.
Kondisi tak kalah memilukan menimpa Pondok Pesantren Tahfidz Agrowisata Sipange. Setengah bangunan pesantren santri saban hari menghafal al-Quran ini terkubur tanah dan lumpur tebal, batu-batu besar berserakan, sementara akses utama dari Tarutung masih terputus total.
“Saat ini, akses menuju pondok yang terdampak banjir secara langsung di Tapteng belum tembus via Tarutung, “ ujar Korlap Relawan, Tafdhil. “Akses ke Sibolga bisa via Subulussalam/Aceh Singkil,” tambah dia.
Genangan air dalam menghalangi jalur masuk, ditambah sinyal komunikasi mati suri dan listrik belum menyala. Sebanyak 17 relawan gabungan hari membagi tugas: Tim 1 (10 orang) dipimpin Syukran bersihkan lumpur di pondok Hidayatullah, Tim 2 (2 orang) bantu SAR BASARNAS cari korban di Aek Boktar, Tim 3 (5 orang) amankan BBM di SPBU.
Dua posko bantuan didirikan meski akses sulit. Tim relawan yang diterjunkan terdiri dari: BMH, SAR Hidayatullah, Pos Da’i Sumut, FOZ Sumut, SYP (Sahabat Yatim Pedalaman), dan DPW Hidayatullah Riau.
Menurut Tafdhil, Posko Relawan saat ini masih melakukan kordinasi. Diharapkan beberapa hari ke depan akan membuat dapur umum. “Tapi belum direalisasikan karena terbatasnya pasokan bahan pokok, “ ujarnya.
Sampai hari ini jumlah warga di sekitar kedua pondok pesantren itu hampir mencapai 200 orang. (Di Pesantren agrowisata ada 70 KK) dan di Pesantren Darul Ma’rifah ada lebih 125 KK, sebagian besar warga masyarakat.
“Saat ini kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi; air bersih, sembako, genset, selimut, LPG, makanan siap saji, terpal, Starlink, serta perlengkapan mandi agar pemulihan cepat terwujud,” ujar Tafdhil.
Perlu diketahui, data sementara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh hingga Selasa (2/12/2025) malam mencatat 3.310 gampong dari total 6.497 gampong mengalami dampak langsung bencana.
Data yang dihimpun hingga pukul 20.00 WIB menunjukkan bencana tersebut telah berdampak pada 229.767 kepala keluarga atau 1.452.185 jiwa, tersebar di 18 kabupaten/kota dan 229 kecamatan. Sementara itu, hingga pukul 19.37 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 249 orang, dan 227 orang lainnya masih dinyatakan hilang.*
Berita ini didukung BMH, SAR Hidayatullah, Pos Da’i Sumut, FOZ Sumut, SYP (Sahabat Yatim Pedalaman), dan DPW Hidayatullah Riau dan Hidayatullah.com




