Hidayatullah.com – Pasukan penjajahan Israel (IDF) akan memperketat aturan perangkat seluler bagi petinggi militernya dan melarang penggunaan ponsel Android di saluran yang dipakai IDF, menurut Radio Angkatan Darat pada Rabu (03/12/2025).
Berdasarkan perintah tersebut, komandan berpangkat letnan kolonel ke atas hanya akan diizinkan menggunakan iPhone produksi Apple untuk komunikasi resmi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko intrusi atau pencurian data pada ponsel petinggi militer, menurut laporan tersebut.
Berdasarkan rencana tersebut, IDF akan menstandardisasi sistem operasi di eselon senior untuk menyederhanakan kontrol dan pembaruan keamanan. IDF belum merinci jadwal atau pengecualian secara publik, dan belum ada komentar langsung mengenai apakah kebijakan tersebut akan mencakup perangkat pribadi yang digunakan untuk bekerja.
Mengapa?
Para pejabat keamanan ‘Israel’ sudah lama memperingatkan bahwa musuh menggunakan platform sosial dan aplikasi perpesanan untuk menargetkan ponsel tentara dan melacak pergerakan pasukan.
IDF sebelumnya memperingatkan bahwa Hamas menggunakan WhatsApp untuk meminta informasi dari pasukan di perbatasan Gaza, mendesak tentara untuk melaporkan pesan-pesan mencurigakan kepada komandan.
Intelijen militer zionis juga telah mengungkap skema “honeypot” yang berulang di mana para operator menyamar sebagai perempuan daring untuk memikat personel agar memasang malware, terutama dalam Operasi HeartBreaker. Para analis mencatat bahwa kampanye semacam itu bertujuan untuk mengakses kontak, foto, dan data lokasi waktu nyata (real-time) di perangkat tentara penjajah.
Radio Angkatan Darat mengatakan arahan tersebut diperkirakan akan dikeluarkan dalam beberapa hari mendatang, dengan penerapannya berlaku untuk perwira mulai dari letnan kolonel hingga staf umum. Langkah yang dilaporkan ini sejalan dengan dorongan yang lebih luas untuk mengekang paparan yang tidak disengaja dari media sosial dan aplikasi perpesanan yang dapat mengungkap pola kehidupan.
Pada tahun 2019, IDF memperingatkan pasukannya bahwa Hamas menggunakan WhatsApp untuk mengumpulkan data tentang pergerakan IDF di dekat Gaza dan menginstruksikan tentara untuk menandai kontak yang mencurigakan ke rantai komando mereka.*




