Hidayatullah.com– Pihak berwenang Nigeria berhasil membebaskan 100 anak sekolah yang diculik di bawah todongan senjata dari sebuah sekolah Katolik bulan lalu.
Media lokal Channels Television melaporkan tentang pembebasan 100 anak tersebut, tanpa menjelaskan apakah mereka dibebaskan melalui negosiasi dengan penculik atau dengan kekuatan militer.
Seorang sumber di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kepada AFP bahwa anak-anak itu tiba di ibu kota, Abuja, pada hari Ahad dan diserahkan ke pejabat negara bagian Niger pada hari Senin (8/12/2025).Nasib 165 pelajar dan staf sekolah lain yang juga menjadi korban penculikan masih belum diketahui.
Pada akhir bulan November sekelompok orang bersenjata menyerang sekolah Katolik Santa Maria di Papiri, menculik 315 siswa dan staf sekolah berasrama itu. Sekitar 50 pelajar berhasil kabur tidak lama setelah penculikan, dan sampai hari Ahad belum ada informasi terbaru tentang di mana keberadaan korban penculikan lainnya, termasuk para guru dan murid belia berusia 6 tahun.
Masih belum jelas siapa pelaku penculikan tersebut.
Penculikan bersenjata dengan tujuan mendapatkan uang tebusan merupakan kejahatan yang sering terjadi di Nigeria. Penculikan massal terhadap anak sekolah di Nigeria mendapatkan sorotan internasional sejak penculikan 276 pelajar putri tahun 2014 oleh kelompok Boko Haram di kota Chibok.
Presiden Bola Tinubu menyatakan Nigeria dalam keadaan darurat penculikan, dan mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan polisi untuk menambah 20.000 personel guna mengatasi gangguan keamanan yang merebak di seantero negeri.*




