Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kisah Mualaf Amin Davis, Awalnya Memandang Rendah Orang Beragama

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Desember 2025 16:31 4:31 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Desember 2025 18:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Banyak orang menganggap Hollywood dan dunia hiburan sebagai antitesis Islam. Pusat industri film dan televisi Amerika Serikat itu menampilkan segala perbuatan yang haram, perzinahan, alkohol, kekerasan, dan syirik.

Daftar isi
  • Hidayah yang tak terduga
  • Logika Islam
  • Pergeseran Karir
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Di industri itu… Anda bisa menganut agama apa pun yang Anda inginkan. Anda bisa percaya apa pun yang Anda inginkan,” kata Amin Davis, seorang aktor mualaf asal Kanada.

“Tetapi pada akhirnya, jika Anda ingin bekerja di bisnis ini, akting Anda adalah yang utama dan keyakinan Anda adalah yang kedua,” imbuhnya.

Bagi Davis, agama tidak pernah menjadi perhatian orang tuanya sejak ia kecil. Sebaliknya, orang tuanya terlibat dalam seni. Mereka menjalankan program teater musikal untuk anak-anak, sesuatu yang Davis sendiri sukai sejak usia dini.

Ia bekerja bersama nama-nama seperti Taraji P. Henson saat masih kecil dan kemudian mengisi suara karakter dalam acara anak-anak populer seperti Paw Patrol dan Max & Ruby, serta berakting di Rookie Blue dan Heartland, di antara banyak acara tv lainnya.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Davis sendiri tidak memiliki keyakinan agama. Bahkan, ia hampir memandang rendah mereka yang memiliki keyakinan agama.

“Saya selalu percaya bahwa setiap orang [yang memiliki keyakinan agama] menerima kenyataan bahwa keyakinan mereka keliru…pada dasarnya mencoba menemukan makna dalam dunia yang tidak bermakna,” kata Davis.

Davis, yang sekarang beragama Islam, mengakui bahwa pemikirannya sendiri itu “konyol.” Sebelum memeluk Islam, Davis merasa bahwa jika ada agama sejati yang diturunkan Tuhan kepada umat manusia, maka semua orang akan berada di jalan itu karena tanda-tandanya akan terlalu jelas.

“Karena saya melihat seluruh dunia mengikuti hal-hal yang berbeda…saya membuat kesimpulan alami dalam pikiran saya bahwa pasti tidak ada agama yang benar,” katanya.

Hidayah yang tak terduga

Pemikiran dan hati Davis berubah pada usia 18 ketika seorang teman Yahudi bertanya kepadanya tentang Tuhan. Interaksi tersebut memicu rasa ingin tahu dalam dirinya, yang kemudian membuatnya melakukan penelitian terhadap berbagai agama.

Ia mempelajari Hindu, Buddha, Kristen, Yahudi, dan Islam. Davis terkejut menemukan bahwa Islam merupakan kelanjutan dari agama-agama Ibrahimik lain dan bukan sesuatu yang asing dan bertentangan dengan segala sesuatu yang sudah dikenalnya.

Fakta bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan terakhir yang membawa firman Allah yang terpelihara dalam Al-Quran ke dunia sangat masuk akal baginya.

Logika Islam

Lebih dari sekadar kepercayaan, Davis tertarik pada logika dalam Islam. Ia meneliti setiap argumen dan kontra-argumen. Kadang-kadang, ia bahkan khawatir jika ia jatuh ke dalam delusi yang sama yang sering ia kritik terhadap orang lain. Tetapi keajaiban ilmiah dalam Al-Quran, di antara hal-hal lainnya, sangat tak terbantahkan.

“Saya sebenarnya tidak percaya bahwa orang-orang dapat dihadapkan pada kemungkinan adanya tujuan itu, atau keberadaan Tuhan, atau agama yang benar—saya tidak berpikir orang-orang dapat dihadapkan pada kemungkinan itu lalu menolaknya,” katanya.

Namun, Davis segera menyaksikan kemungkinan itu. Ia akan membagikan temuannya kepada orang-orang di sekitarnya. Awalnya mereka tertarik, tetapi penelitian agama bukanlah topik yang ingin dibicarakan orang.

“Hal yang sama berlaku untuk politik,” kata Davis. “Banyak orang lebih memilih kebohongan yang menenangkan daripada kebenaran yang pahit.”

Namun, Davis memiliki kepribadian yang berbeda. Ia tidak melihat gunanya membahas hal-hal yang biasa-biasa saja.

“Jika Anda tidak membicarakan [agama], pada dasarnya Anda hanya melakukan percakapan yang tidak berarti sepanjang waktu,” katanya. “Tidak masuk akal untuk menghindari topik semacam ini. Ini adalah topik terpenting di dunia. Ini mengalahkan segalanya.”

Pergeseran Karir

Setelah memeluk Islam, Davis awalnya hanya membagikan kabar tersebut dengan lingkaran terdekatnya. Ia memberi tahu agennya tentang apa yang bersedia dan tidak bersedia ia lakukan di tempat kerja. Ia akan mencari tempat pribadi untuk shalat, dan sebagian besar orang di lokasi syuting tidak menyadari bahwa Davis telah menjadi mualaf.

“Saya menyadari bahwa [ketakutan untuk berbagi tentang Islam saya] berasal dari gagasan saya sebelumnya tentang orang-orang religius. Saya pikir orang-orang religius secara intelektual lebih rendah dan delusi,” kata Davis. “Saya tidak ingin memberi tahu bahwa saya seorang Muslim… atau orang yang religius karena saya merasa jika saya memberi tahu mereka, orang-orang akan berpikir seperti itu tentang saya.”

Ketika Davis secara terbuka menyatakan keislamannya pada tahun berikutnya, respon yang ia terima membuatnya terkejut sekaligus senang. Sebagian besar orang menghormatinya.

Setelah bertemu dengan beberapa tokoh publik Muslim terkemuka, Davis memasuki dunia hiburan Islami. Ia masih seorang seniman—tetapi alih-alih tampil dalam musikal dan di lokasi syuting Hollywood, ia memproduksi proyek yang benar-benar bermanfaat. Ia mengajar orang-orang di seluruh dunia melalui pertunjukan panggung tentang sejarah Islam, dan ia menggubah lagu-lagu Islami, atau nasyid, tentang Tuhan yang berfungsi untuk mengingatkan pendengar akan iman:

“Tujuan akhir saya bukanlah hiburan,” kata Davis. “Dampak yang ingin saya berikan adalah mengembalikan kepercayaan diri dalam diri individu Muslim, agar mereka merasa bahwa agama mereka bukanlah sesuatu yang rendah yang harus mereka malu.”

Perubahan pola pikir dan karier Davis menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki potensi inspiratif dalam diri mereka. Dari meremehkan orang-orang beragama hingga meneliti agama secara menyeluruh hingga akhirnya memeluk Islam dan kemudian melepaskan diri dari industri hiburan mainstream, Amin Davis telah menemukan tujuan hidupnya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amin DavisHeadlinekisah mualafmualaf dunia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemakaman Muslim Dilempari Kepala Babi usai Penembakan Massal Pantai Bondi
Tulisan selanjutnya Kontraktor Amerika Berlomba Cari Untung dari Bantuan Kemanusiaan dan Pembangunan Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?