Hidayatullah.com – Iran pada Ahad sukses meluncurkan tiga satelit baru menggunakan roket Soyuz Rusia, menurut Anadolu. Satelit Kowsar 1.5, Paya, dan Zafar-2 menjadi serangkaian satelit yang diluncurkan Iran dalam beberapa tahun terakhir bekerja sama dengan Rusia.
Satelit Kowsar 1.5 adalah versi yang ditingkatkan dari perangkat pemantauan jauh Iran sebelumnya. Satelit tersebut yang dirancang untuk pencitraan resolusi tinggi dengan fokus pada aplikasi pertanian, menurut pejabat Iran.
Satelit ini dikembangkan oleh perusahaan berbasis pengetahuan lokal bekerja sama dengan Badan Antariksa Iran.
Sementara, Zafar adalah perangkat pengamatan Bumi canggih yang dirancang dan dibangun oleh Universitas Sains dan Teknologi Iran.
Dengan berat sekitar 100 hingga 135 kilogram, satelit ini mampu mengirimkan citra beresolusi tinggi untuk pemantauan dan pengelolaan sumber daya alam.
Paya, satelit terberat dari ketiga satelit tersebut, diproduksi oleh Iran Electronics Industries bekerja sama dengan Badan Antariksa Iran. Dengan berat sekitar 150 kilogram, satelit ini merupakan satelit penginderaan jauh dan dianggap sebagai salah satu satelit pencitraan tercanggih buatan dalam negeri.
Peluncuran itu disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi pemerintah dan ditonton masyarakat Iran.
Sejauh ini belum ada reaksi dari AS atau sekutu Eropanya terkait peluncuran terbaru ini. Mereka sering menyatakan keprihatinan atas peluncuran antariksa Iran, mengklaim bahwa hal itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Namun, Iran telah menolak klaim tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis menjelang peluncuran hari Minggu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menekankan bahwa program satelit Iran bersifat sipil dan ilmiah, dan menyatakan dukungan penuh kementerian untuk Badan Antariksa Iran.
“Kegiatan Iran dalam ilmu nuklir, industri pertahanan, nanoteknologi, dan pengembangan satelit sepenuhnya bersifat damai dan ditujukan untuk tujuan damai,” katanya.
Meskipun terus meluncurkan satelit dalam beberapa tahun terakhir, Iran menghadapi kesulitan teknis. Namun itu berhasil ditutupi dengan kerja sama dengan Rusia.
Kazem Jalali, duta besar Iran untuk Rusia, berbicara menjelang peluncuran pada hari Minggu, mengatakan bahwa kolaborasi Teheran-Moskow di sektor antariksa sangat luas.
Ia mencatat peran utama Rusia dalam urusan antariksa, termasuk teknologi satelit, kendaraan peluncur, dan penempatan satelit, dan mengatakan bahwa peluncuran terbaru ini menandai satelit Iran ketujuh yang dibawa ke luar angkasa oleh Rusia.*




