Hidayatullah.com– Gereja Vondel, yang terletak di salah satu taman paling populer di kota Amsterdam, musnah dilalap api sesaat setelah malam terakhir tahun 2025 berganti ke tahun 2026.
Menara setinggi 50 meter dan atap bekas gereja Katolik ambruk saat keebakaran terjadi, yang menurut seorang juru bicara dinas pemadam kebakaran mengatakan menjadikan bangunan berusia 154 tahun itu “tidak lagi dapat diselamatkan”.
“Kebakaran yang terjadi pada gereja bersejarah ini sangat besar,” ratap Wali Kota Amstredam Femke Halsema.
Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi sesaat setelah tengah malam dan dalam waktu singkat berubah menjadi kebakaran, sehingga petugas pemadam kebakaran harus meminta bantuan dari daerah lain di Belanda.
Angkatan Laut Belanda bahkan turun tangan dengan mengerahkan tangga setinggi 60 meter untuk membantu memadamkan api, kata aparat seperti dilansir DW Kamis (1/1/2026).
Media setempat menyebut api membesar karena angin kala itu berhembus kuat, sebelum akhirnya dapat dikendalikan pada Kamis pagi.
Para penghuni dari sejumlah rumah susun yang terletak di sekitar lokasi kejadian dievakuasi demi keselamatan. Beruntung tidak ada laporan tentang korban luka.
Tim penyidik mengatakan tidak tahu apa penyebab kebakaran. Namun, berkembang spekulasi bahwa kembang api malam Tahun Baru kota itu kemungkinan punya andil, karena api berkobar dekat dengan tengah malam, setelah kembang api dinyalakan.
Amsterdam melarang penjualan kembang api untuk umum pada 2020, tetapi tidak sedikit kembang api ilegal dinyalakan oleh penduduk untuk merayakan pergantian tahun.
Gereja Vondel merupakan bangunan bergaya neo-Gothic, dirancang oleh arsitek kenamaan Pierre Cuypers, yang juga mendesain Rijksmuseum dan Stasiun Pusat Amsterdam.
Bangunan itu tidak dipergunakan sebagai tempat ibadah sejak 1977 dan dialihfungsikan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai acara.
Kebakaran gereja itu hanya satu dari sejumlah insiden yang mencederai perayaan Tahun Baru di Belanda.
Dutch Pyrotechnics Association menuding larangan penjualan yang akan berlaku mendorong masyarakat berlomba-lomba membeli kembang api sehingga memicu banyak insiden berkaitan.
Asosiasi itu mengatakan pedagang kembang api untuk malam Tahun Baru mencetak rekor dengan meraup €129 juta ($151 juta) kali ini.*




