Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Partai Dukungan Militer Unggul Putaran Pertama Pemilu Myanmar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Januari 2026 11:27 11:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Januari 2026 11:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Partai politik dukungan militer Myanmar, Union Solidarity and Development Party, berdasarkan hasil perhitungan awal yang dikutip media unggul dalam perolehan suara pemilihan umum pertama yang digelar sejak kudeta militer 2021.

Setelah memerangi kelompok-kelompok pemberontak di seluruh penjuru negeri dan menindak keras aksi-aksi protes pro-demokrasi, junta militer mengatakan pemilu tiga tahap akan mendatangkan stabilitas politik di negara Asia Tenggara yang miskin itu.

Hasil perhitungan sementara oleh Union Election Commission (UEC) untuk 56 konstituensi menunjukkan parpol dukungan junt unggul dengan margin besar meskipun pemilik suara yang menggunakan haknya sedikit.

Perhitungan sementara yang dipublikasikan hari Jumat (2/1/2026) menunjukkan Union Solidarity and Development Party (USDP), yang dipimpin para pensiunan jenderal, memenangkan 38 dari 40 kursi di Pyithu Hluttaw atau majelis rendah parlemen Myanmar. Shan Nationalities Democratic Party, yang juga dikenal sebagai Partai Harimau Putih dan Mon Unity Party (MUP) masing-masing hanya mendapatkan satu kursi, lansir Reuters.

Sebanyak 14 dari 15 kursi di State Hluttaw dikuasai USDP, sementara Akha National Development Party mendapatkan satu kursi.Untuk majelis tinggi atau Amyotha Hluttaw, hanya satu kursi yang sudah diumumkan, yang dimenangkan oleh Wa National Party.

Baca Juga

Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah
Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian
‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’

Tidak ada tanggal pasti kapan hasil akhir pemilu akan diumumkan, dan tidak diperkenankan untuk mengkritik hasil pemilu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa, sejumlah negara Barat dan kelompok peduli HAM mengkritik pemilu itu karena tidak diikuti oleh partai-partai politik yang diketahui menentang junta militer.

Hari Rabu, junta mengatakan 52% pemilih atau lebih dari setengah warga yang berhak untuk memilih sudah menggunakan hak suaranya dalam pemilu tahap pertama.

Angka itu lebih rendah dibandingkan sekitar 70% yang memberikan suaranya paa pemilu 2020 dan 2015, menurut data organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat International Foundation for Electoral Systems.

Pemilu putaran kedua dijadwalkan akan digelar pada 11 Januari dan putaran ketiga tanggal 25 Januari, yang akan mencakup 265 dari 330 daerah di Myanmar, yang sebagian belum sepenuhnya berada di bawah kontrol junta.

Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian yang partainya menang telak dalam pemilu 2020, saat ini masih dalam tahanan. Partai politiknya National League for Democracy sudah dibubarkan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nigeria Desak Warga Hindari Reruntuhan Sisa Serangan Amerika Serikat atas ISIS
Tulisan selanjutnya Gereja Berusia 1,5 Abad di Amsterdam Terbakar Diduga karena Kembang Api Tahun Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Muhammadiyah Tegaskan Kripto Tetap Haram Jadi Mata Uang, Ini Dasar Hukumnya Menurut Syariat

Berita
1 Agustus 2026 13:20
Retak dari Dalam, Tentara ‘Israel’ Memberontak di Pangkalan Sde Teiman
Bunuh Majikan dan Kerap Mencuri, ART Asal Indonesia Dibui Seumur Hidup di Singapura
Blackstone akan Buka Kantor di Kuwait
Amankan Laut Merah dari Houthi, Arab Saudi Galang Koalisi Internasional

Terbaru

  • Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
  • Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
  • Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah
  • Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian
  • ‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’
  • Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 
  • 152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
  • Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
  • Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
  • Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 

3 Agustus 2026 08:34
Berita

152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini

3 Agustus 2026 06:00
Berita

Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?

3 Agustus 2026 05:00
Berita

Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang

2 Agustus 2026 17:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?