Hidayatullah.com– Bangladesh dan Pakistan akan membuka kembali penerbangan langsung setelah vakum selama 14 tahun, menyusul perubahan kekuasaan di kawasan itu belakangan ini.
Biman Bangladesh Airlines, hari Kamis (8/1/2026), mengatakan sudah menjadwalkan penerbangan Dhaka–Karachi pada 29 Januari dan akan mengoperasikan rute itu dua kali dalam sepekan, yang merupakan penerbangan reguler pertama sejak 2012.
“Kami meluncurkan kembali rute Dhaka–Karachi dengan dua penerbangan mingguan,” kata manajer maskapai tersebut Bosra Islam kepada AFP.
Bangladesh dan Pakistan — yang secara geografis dipisahkan oleh wilayah India lebih dari 1.500 kilometer (930 mil) — dulunya adalah satu negara. Mereka berpisah usai peperangan sengit pada tahun 1971.
“Dimulainya kembali penerbangan langsung akan secara signifikan meningkatkan konektivitas antara Bangladesh dan Pakistan, mendukung perjalanan bisnis, wisata, dan reuni keluarga,” kata Biman Bangladesh Airlines dalam sebuah pernyataan.
Selama bertahun-tahun orang yang bepergian antara Bangladesh dan Pakistan hatus menggunakan penerbangan penghubung melalui bandara-bandara di kawasan Teluk seperti Dubai dan Doha.
Bangladesh mengalami kekacauan politik sejak demonstrasi rakyat yang dimotori mahasiswa menggulingkan kekuasaan Sheikh Hasina pada Agustus 2024, mengakhiri pemerintahan otokratisnya selama 15 tahun.
Menyusul kejatuhan Hasina, hubungan antara Bangladesh dan India yang merupakan sekutu lama Hasina menjadi dingin, sementara hubungan dengan negara tetangga mayoritas Muslim, Pakistan, berubah menjadi lebih baik.
Kapal-kapal kargo kembali berlayar dari Karachi ke pelabuhan utama Bangladesh, Chittagong, pada November 2024.
Perdagangan meningkat sejak saat itu dan hubungan budaya juga semakin berkembang, dengan penyanyi-penyanyi Pakistan populer tampil di Dhaka, sementara pasien-pasien Bangladesh melakukan perjalanan ke Pakistan untuk mendapatkan perawatan medis.*




