Hidayatullah.com – Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan kepengurusan yang ia pimpin selama tiga tahun terakhir ini. Ia menyampaikan Munas menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan arah perjuangan pemuda ke depan.
Rasfi menjelaskan bahwa pada periode sebelumnya. Pemuda Hidayatullah mengusung tagline Pemuda Progresif Beradab. Pada periode kepengurusannya, tagline tersebut dilanjutkan dan diperdalam agar tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diwujudkan dalam bentuk gerakan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Karena itu, pada Munas ini kami mengangkat tema Pemuda Berdaya Indonesia Emas 2045, sebagai upaya menjadikan progresivitas Pemuda bukan sekadar jargon, tetapi menjadi kerja nyata,” ujar Rasfi dalam sambutannya di pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Pemuda Hidayatullah ke-IX yang berlangsung pada 8–11 Januari 2026 di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Kamis (08/01/2026).
Rasfiuddin mengatakan Pemuda Hidayatullah sebagai inkubator kepemimpinan masa depan organisasi. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan kader pemuda dalam struktur DPW dan DPD Hidayatullah di berbagai daerah menunjukkan bahwa fungsi tersebut mulai terwujud.
“Banyak kader pemuda yang sudah terlibat aktif di struktur induk organisasi. Ini sekaligus menjadi tantangan agar kita mampu menjawab kepercayaan para senior dengan kinerja dan kontribusi terbaik,” katanya.
Selain itu, Rasfi juga menyatakan peran Pemuda Hidayatullah sebagai jembatan dalam mempelajari madrasah politik.Y aitu ruang pembelajaran dan pembentukan kesadaran politik yang beretika dan berorientasi pada kepentingan umat dan bangsa. Ia mengingatkan bahwa Hidayatullah memiliki sejarah keterlibatan kadernya dalam ruang-ruang kebangsaan, termasuk parlemen, dan hal tersebut perlu dilanjutkan oleh generasi muda secara lebih sistematis.
Menurut Rasfi, diskursus politik di kalangan pemuda perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kebangsaan. Ia menyebutkan bahwa target ke depan adalah mempersiapkan kader-kader yang mampu berperan di lembaga legislatif maupun eksekutif pada masa mendatang.
Rasfiuddin menekankan pentingnya kesinambungan gagasan dan gerakan antargenerasi. Ia berharap agar setiap periode kepengurusan Pemuda tidak memulai dari nol, melainkan melanjutkan dan menyempurnakan kerja-kerja pengurus sebelumnya.
Menutup sambutannya, Rasfiuddin Sabaruddin mengajak seluruh peserta Munas untuk mengikuti proses musyawarah dengan sungguh-sungguh, karena ini akan menentukan arah Pemuda Hidayatullah ke depan.
Ia berharap Munas Pemuda ke-IX dapat berjalan dengan baik dan melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa Pemuda Hidayatullah tampil lebih progresif, berdaya, dan memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas Pemuda Hidayatullah ke-IX, Adam Sukiman, menyatakan terima kasih kepada para donatur, termasuk dari unsur amal usaha serta dukungan DPP Hidayatullah, yang telah memberikan bantuan dan fasilitas demi kelancaran pelaksanaan Munas kali ini.
Ia juga mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai wilayah yang tetap menunjukkan semangat tinggi meskipun dihadapkan pada kesibukan dan tantangan di daerah masing-masing.
“Munas ini diharapkan menjadi ruang musyawarah nasional yang melahirkan ide-ide segar, relevan, dan berdampak, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Sejalan dengan tema Munas Pemuda IX, “Pemuda Berdaya Indonesia Emas 2045,” Adam menegaskan bahwa Munas bukan semata forum pergantian kepemimpinan, melainkan wadah untuk merumuskan masa depan organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan berorientasi pada karya nyata.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian Munas dengan niat yang tulus, sikap terbuka, serta semangat persaudaraan, agar seluruh proses musyawarah dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Pemuda Hidayatullah.
Adam juga menyampaikan terima kasih kepada para senior Hidayatullah serta organisasi pendukung, yang telah hadir dan memberikan dukungan sejak awal kegiatan. Kehadiran tersebut dinilainya menjadi penyemangat tersendiri bagi generasi muda dalam menjalankan amanah organisasi.*Azim Arrasyid




