Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Katib Syuriyah PBNU Sebut Pernyataan Yahya Tsaquf soal “Dewan Perdamaian” Bersifat Pribadi

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Februari 2026 18:00 6:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Februari 2026 17:59
Bagikan
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Tajul Mafakhir
Bagikan

Hidayatullah.com— Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Tajul Mafakhir mengaku terkejut dengan pernyataan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terkait keterlibatan dalam Dewan Perdamaian.

Ia menegaskan bahwa organisasi belum pernah membahas isu tersebut secara resmi melalui mekanisme internal. Menurut Mafakhir, keputusan yang menyangkut nama besar PBNU seharusnya melalui forum permusyawaratan.

“Kami terkejut mendengar berita pernyataan Gus Yahya tentang dewan perdamaian, sebab PBNU belum ada bahas apa pun. Pernyataan itu adalah pernyataan pribadi,” ujarnya dikutip Liputan6.

Ia menekankan pentingnya prosedur organisasi agar setiap sikap yang keluar benar-benar mencerminkan keputusan kolektif, bukan pandangan individu.

Ia mengatakan, PBNU memiliki tata kelola organisasi yang mengedepankan musyawarah sebelum mengambil posisi dalam isu strategis, terlebih yang berkaitan dengan forum internasional.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mafakhir menjelaskan, dalam tradisi NU, keputusan penting biasanya dibicarakan melalui rapat harian, pleno, atau forum syuriyah. Karena itu, ia berharap ke depan komunikasi internal diperkuat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan warga nahdliyin maupun publik luas.

Ia juga menyoroti dampak pernyataan tokoh organisasi terhadap persepsi masyarakat. Menurutnya, publik kerap menganggap setiap pernyataan ketua umum otomatis mewakili institusi. Padahal, tanpa proses musyawarah, hal tersebut belum tentu menjadi kebijakan resmi PBNU.

Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap peran organisasi keagamaan Indonesia dalam diplomasi global dan upaya perdamaian. Keterlibatan tokoh NU dalam forum internasional sering dipandang strategis karena organisasi ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Ketua Umum PBNU terkait respons atas pernyataan Katib Syuriyah tersebut. Polemik ini pun menjadi pengingat bahwa di tubuh organisasi besar, keseimbangan antara kepemimpinan personal dan keputusan kolektif menjadi faktor krusial dalam menjaga soliditas serta kepercayaan publik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad Tajul MafakhirAmerika SerikatDewan PerdamaianGus YahyaHeadlineKatib Syuriyah PBNUPBNUYahya Cholil Staquf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apple Beli Startup AI ‘Israel’, Privasi Pengguna Dipertanyakan
Tulisan selanjutnya (Video) Gadis Minang Wakili Wisudawan Al-Azhar, Pidatonya Viral di Media Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?