Hidayatullah.com – Tujuh orang syahid akibat serangan udara Israel di sepanjang wilayah Gaza sejak Selasa malam (11/02/2026). Hal ini menambah daftar panjang korban dalam pelanggaran terbaru Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku pada 2025.
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Aqsa mengatakan dua orang syahid dalam pemboman Israel di Salahudin Street di Gaza tengah. Pada saat bersamaan, seorang wanita syahid akibat tembakan drone Israel di desa Al-Musaddar, juga di Gaza tengah.
Laporan lain menyebut setidaknya empat warga Palestina syahid dalam serangan udara Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Gaza barat.
Sudah lebih dari 1600 kali penjajah Israel melanggar gencatan senjata di Gaza yang berlaku pada 10 Oktober 2025.
Setidaknya 573 warga Palestina menjadi syuhada dan 1.553 lainnya terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak gencatan senjata dimulai, kata Kantor Media Pemerintah Gaza pada hari Selasa. Di antara para korban terdapat 292 anak-anak, perempuan, dan lansia, dan 99 persen dari mereka yang tewas adalah warga sipil.
Entitas Zionis Israel juga terus memblokir bantuan kemanusiaan penting untuk memasuki wilayah tersebut meskipun gencatan senjata menetapkan bahwa “bantuan penuh akan segera dikirim ke Jalur Gaza”.
Lebih dari 72.000 warga Palestina telah syahid dalam serangan Israel di Gaza sejak dimulainya perang genosida pada Oktober 2023.*




