Hidayatullah.com– Kebanyakan keluarga dari para petempur asing yang menempati kamp Al-Hol di Suriah sudah meninggalkan tempat itu sejak pasukan Kurdi yang selama ini menjaga kamp angkat kaki, kata sejumlah sumber kepada AFP hari Kamis (12/2/2026).
Terletak di kawasan gurun Provinsi Hasakeh, Al-Hol merupakan kamp terbesar di Suriah yang menampung para pengungsi dan keluarga para tersangka anggota ISIS. Sekitar 24.000 orang bermukim di sana, kebanyakan wanita dan anak-anak, termasuk sekitar 15.000 warga Suriah, beberapa ribu orang Iraq dan lebih dari 6.000 orang asing dari sekitar 40 negara.
Bulan lalu, pemerintah Suriah mengambil alih kamp tersebut dari tangan administrasi Kurdi yang selama ini mengelolanya, seiring dengan penyerahan wilayah-wilayah yang dikuasai Kurdi kepada Damaskus di bagian utara dan timur Suriah.
Sebuah sumber dari organisasi kemanusiaan yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan kepada AFP bahwa sejak hari Sabtu (7/2/2026) terdapat tidak lebih dari 20 keluarga di area tambahan yang diperuntukkan bagi orang asing di kamp tersebut.
Para wanita dan anak-anak kebanyakan dari Rusia, Kaukasus dan negara-negara Asia Tengah tinggal di seksi berpenjangaan ketat di kamp tersebut yang terpisah dari kawasaan tempat tinggal orang Suriah dan Iraq.
Sumber itu mengatakan bahwa orang asing dalam jumlah banyak diselundupkan ke Idlib dan ke provinsi-provinsi lain, sementara sebagian kecil berpindah tempat ke area utama kamp.
Sumber kedua, yang juga tidak bersedia disebutkan identitasnya, mengatakan bahwa kawasaan orang asing pada dasarnya sudah kosong, dengan sebagian wanita asing pindah ke area utama kamp tersebut.
Seorang saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa dia melihat sejumlah orang bersenjata, sebagian kelihatan orang asing, membawa para wanita yang bercadar penuh dari kamp itu ke sejumlah kendaraan setelah pasukan pemerintah mengambil alih kamp.
Sebuah sumber dari Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan kepada AFP bahwa pihak berwenang melakukan sensus di kamp itu, tanpa mengkonfirmasi apakah ada yang melarikan diri. Dia mengatakan bahwa jika ada yang melarikan diri maka itu merupakan kesalahan pasukan Kurdi SDF yang mundur dari kamp tanpa memindahtangankan kontrol secara patut.
Syrian Democratic Forces (SDF) pada 20 Januari mengatakan bahwa mereka dipaksa untuk menarik diri dari Al-Hol, sementara tentara pemerintah menuding SDF kabur meninggalkan begitu saja kamp tersebut.*




