Hidayatullah.com– Data yang dirilis Israeli Defence Force (IDF) menunjukkan bahwa dua orang pemegang kewarganegaraan Singapura kemungkinan berdinas di militer Israel selama peperangan di Gaza.
Menurut informasi yang diperoleh LSM Israel Hatzlacha dan dikabarkan pertama kali oleh AsiaOne, data yang dirilis Zionis itu mencakup 50.000 personel IDF yang memiliki setidaknya satu kewarganegaraan lain per Maret 2025 – sekitar 17 bulan sejak pecah perang di Gaza.
Data tersebut, yang diakses berdasarkan UU Kebebasan Informasi Israel, menunjukkan satu prajurit IDF memiliki kewarganegaraan ganda Israel-Singapura, sementara seorang lainnya memegang beberapa paspor di antaranya dari negara Singapura dan Israel.
Data itu sebelumnya pernah disoroti oleh Declassified UK, media Israel Yedioth Ahronoth, dan Al Jazeera antara 11 dan 15 Februari, lansir Malay Mail hari Kamis (19/2/2026).
Singapura tidak mengakui kewarganegaraan ganda bagi orang dewasa, meskipun orang berusia di bawah 21 tahun dimungkinkan untuk memiliki beberapa paspor sampai nanti waktunya untuk memutuskan apakah akan mempertahankan kewarganegaraan Singapura atau melepasnya.
Kewajiban mengikuti National Service bisa mempengaruhi persetujuan pemerintah, dan Konstitusi Singapura memperbolehkan pihak berwenang untuk mencabut kewarganegaraan seseorang berusia di atas 18 tahun apabila dia mengajukan paspor atau menggunakan paspor negara asing.
Mantan sekretaris senior parlemen Singapura untuk urusan dalam negeri Amri Amin mengatakan lewat platform Facebook bahwa warga negara dan pemukiman tetap Singapura tidak diperbolehkan terlibat di dalam konflik bersenjata di luar negeri.
Data IDF itu juga menunjukkan bahwa warga negara Amerika Serikat mencakup porsi terbesar dari kelompok prajurit berkewarganegaraan ganda. Sebanyak 12.135 personel memegang paspor AS dan 1.207 personel juga memiliki kewarganegaraan asing lainnya
Kewarganegaraan ganda Israel-Prancis menjadi jumlah terbanyak kedua dengan 6.127 prajurit, sementara 337 prajurit juga memiliki kewarganegaraan lain lagi.
Di antara personel IDF tercatat juga memiliki paspor Rusia (5.067), Jerman (3.901), Ukraina (3.210), dan Inggris (1.686).
IDF menghitung individu pemilik multi kewarganegaraan lebih dari satu kali di dalam daftarnya berdasarkan status kewarganegaraan.*




