Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Data IDF Menunjukkan Ada WN Singapura Kemungkinan Ikut Berperang Bersama Israel di Gaza

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Februari 2026 17:17 5:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Februari 2026 17:17
Bagikan
Tentara Zionis IDF di perbatasan Gaza-Israel.
Bagikan

Hidayatullah.com– Data yang dirilis Israeli Defence Force (IDF) menunjukkan bahwa dua orang pemegang kewarganegaraan Singapura kemungkinan berdinas di militer Israel selama peperangan di Gaza.

Menurut informasi yang diperoleh LSM Israel Hatzlacha dan dikabarkan pertama kali oleh AsiaOne, data yang dirilis Zionis itu mencakup 50.000 personel IDF yang memiliki setidaknya satu kewarganegaraan lain per Maret 2025 – sekitar 17 bulan sejak pecah perang di Gaza.

Data tersebut, yang diakses berdasarkan UU Kebebasan Informasi Israel, menunjukkan satu prajurit IDF memiliki kewarganegaraan ganda Israel-Singapura, sementara seorang lainnya memegang beberapa paspor di antaranya dari negara Singapura dan Israel.

Data itu sebelumnya pernah disoroti oleh Declassified UK, media Israel Yedioth Ahronoth, dan Al Jazeera antara 11 dan 15 Februari, lansir Malay Mail hari Kamis (19/2/2026).

Singapura tidak mengakui kewarganegaraan ganda bagi orang dewasa, meskipun orang berusia di bawah 21 tahun dimungkinkan untuk memiliki beberapa paspor sampai nanti waktunya untuk memutuskan apakah akan mempertahankan kewarganegaraan Singapura atau melepasnya.

Baca Juga

7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?
Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu

Kewajiban mengikuti National Service bisa mempengaruhi persetujuan pemerintah, dan Konstitusi Singapura memperbolehkan pihak berwenang untuk mencabut kewarganegaraan seseorang berusia di atas 18 tahun apabila dia mengajukan paspor atau menggunakan paspor negara asing.

Mantan sekretaris senior parlemen Singapura untuk urusan dalam negeri Amri Amin mengatakan lewat platform Facebook bahwa warga negara dan pemukiman tetap Singapura tidak diperbolehkan terlibat di dalam konflik bersenjata di luar negeri.

Data IDF itu juga menunjukkan bahwa warga negara Amerika Serikat mencakup porsi terbesar dari kelompok prajurit berkewarganegaraan ganda. Sebanyak 12.135 personel memegang paspor AS dan 1.207 personel juga memiliki kewarganegaraan asing lainnya

Kewarganegaraan ganda Israel-Prancis menjadi jumlah terbanyak kedua dengan 6.127 prajurit, sementara 337 prajurit juga memiliki kewarganegaraan lain lagi.

Di antara personel IDF tercatat juga memiliki paspor Rusia (5.067), Jerman (3.901), Ukraina (3.210), dan Inggris (1.686).

IDF menghitung individu pemilik multi kewarganegaraan lebih dari satu kali di dalam daftarnya berdasarkan status kewarganegaraan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mandul Gegara Pestisida Amerika, Pekerja Perkebunan Pisang Nikaragua Menggugat ke Pengadilan Prancis
Tulisan selanjutnya Masjid Terbesar di Australia Jadi Target Ancaman Teror, Polisi Perketat Keamanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banyak Negara Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, UEA Malah Mengkritik

Berita
13 Agustus 2026 11:37
Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Pejabat Senior Iran Sebut Isu Gaza Jadi Syarat Pembukaan Selat Hormuz

Terbaru

  • 7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
  • ‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?
  • Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
  • Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
  • Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
  • Raja Yordania akan Melawat ke China
  • Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
  • HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
  • Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Raja Yordania Abdullah II
Berita

Raja Yordania akan Melawat ke China

17 Agustus 2026 17:13
Berita

Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone

17 Agustus 2026 16:26
Berita

HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual

17 Agustus 2026 16:00
Muhammadiyah Hidayatullah
Berita

Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama

17 Agustus 2026 15:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?