Hidayatullah.com – Grand Mufti Libya, Syekh Sadiq Al-Ghariani, turut menanggapi serangan AS-Israel terhadap Iran. Ia mengatakan bahwa konfrontasi saat ini mempertentangkan penjajah Israel dengan negara Muslim.
Berbicara dalam program mingguan di Tannasuh TV, Syekh Al-Ghariani menggambarkan Iran sebagai negara Muslim yang menghadapi “ambisi Zionis” untuk memperluas kendali di kawasan tersebut.
“Ini (serangan AS-Israel) adalah sebuah perang ekspansionis Zionis untuk menyebarkan kekafiran, atheisme, dan apa yang diklaim sebagai ‘agama Abrahamik’ di kawasan,” kata Syekh Al-Ghariani.
“Sekarang mereka menyeret negara-negara Arab dan negara-negara Teluk ke dalamnya. Ketika Iran menargetkan pangkalan militer atau tentara AS di negara-negara tersebut, itu adalah tindakan membela diri,” imbuhnya.
Ia mengatakan Iran berhak untuk membela diri dan menargetkan pangkalan militer, tetapi menekankan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil dan warga sipil di negara-negara Arab tidak dapat dibenarkan.
Mufti juga mengatakan Iran tampaknya bersedia untuk mengejar solusi damai sebelum kepemimpinan dan infrastrukturnya menjadi sasaran.
Ia menggarisbawahi bahwa umat Muslim tidak boleh berpihak pada “orang-orang kafir” dalam konfrontasi tersebut, dan mengutip ulama Ibnu Taimiyah yang mengatakan bahwa semua sekte Muslim, termasuk Rafidah, adalah bagian dari Muslim.*




