Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bayar Ribuan Dolar Orang Kaya Mulai Pergi Tinggalkan Dubai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Maret 2026 19:25 7:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Maret 2026 19:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Orang-orang super kaya Dubai satu per satu mulai meninggalkan pusat bisnis itu dengan kendaraan apa saja, merogoh ratusan ribu dolar untuk melarikan diri dari peperangan di kawasan itu yang entah sampai kapan akan berlangsung.

Kota di gurun Uni Emirat Arab itu sejak lama menarik kedatangan orang super kaya dari berbagai belahan dunia, yang senang dengan pajaknya yang rendah, keamanan dan kenyamanan, kemewahan serta pemerintahan yang ramah terhadap pelaku usaha.

Namun, ketika rudal beterbangan di atas kepala mereka, sebagian orang berdompet tebal mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk bisa keluar dari sana, sementara sebagian wilayah udara UEA ditutup.

“Ketika kami melihat api, kami berkata OM, ini saatnya untuk pergi,” kata Evrim, seorang ibu dua anak asal Turki, merujuk pada kebakaran besar yang terjadi setelah pecahan drone jatuh menimpa sebuah hotel mewah dekat rumahnya di Palm Jumeirah, kepulauan buatan yang menjadi salah satu ikon kemegahan Dubai.

Dia, suaminya dan kedua anaknya yang masih belia membayar $200.000 (sekitar 3.383.400.000 rupiah) untuk terbang ke negara tetangga Oman dan kemudian menuju Jenewa, Swiss, guna menghindari perang. Untuk mencapai ibu kota Oman, Muscat, mereka harus menggunakan mobil selama enam jam menembus daerah gurun pasir.

Baca Juga

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

“Kami sangat cemas… terutama karena anak-anak – ketika mereka mendengar suara ledakan itu, mereka ketakutan,” katanya kepada AFP Kamis (5/3/2026), merujuk pada suara ledakan rudal yang dicegat di udara.

Sejak pecah perang hari Sabtu 28 Februari yang ditandai dengan serangan Amerika Serikat dan Israel atas Iran, Uni Emirat Arab menjadi target lebih dari 800 drone dan 200 rudal. Sejauh ini tiga orang dilaporkan kehilangan nyawa.

Sejumlah negara asing, termasuk Jerman dan Inggris, mengirimkan beberapa pesawat ke Oman untuk mengevakuasi warga negara mereka, sementara penerbangan komersial yang beroperasi ke luar UEA jumlahnya berkurang. Bagi kalangan berdompet tebal mereka tidak sungkan mengeluarkan uang demi menyelamatkan diri.

“Permintaan sudah pasti bertambah,” kata Glenn Phillips, manajer humas dan periklanan di Air Charter Service, perusahaan jasa yang mengatur penerbangan dengan pesawat jet pribadi ke seluruh dunia.

Rute Oman termasuk yang paling populer, kata Phillips. Namun, kepadatan di pintu perbatasan dengan UEA memaksa orang harus antre hingga tiga atau empat jam untuk bisa menyeberang ke negara jiran.

Ketersediaan pesawat pribadi yang bisa disewakan bisa jadi akan semakin langka apabila perang berlarut-larut, kata Phillips.

Mike D’Souza, koordinator operasi di Indus Chauffeur yang berbasis di Dubai, mengatakan permintaan sewa mobil pribadi yang bisa dibawa ke luar UAE melonjak di kalangan orang kaya asal negara-negara Barat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nigeria Tangguhkan Semua Ziarah Kristen ke Israel dan Tepi Barat
Tulisan selanjutnya Grand Mufti Libya: AS-Israel Berupaya Seret Negara-Negara Arab ke dalam Konflik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

Berita
25 Juni 2026 13:06
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

perang skala penuh
Berita

Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

26 Juni 2026 15:27
Berita

Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

25 Juni 2026 17:32
Berita

Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

25 Juni 2026 15:21
Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?