Hidayatullah.com – Amerika Serikat menyatakan lebih dari 36.000 warga negaranya telah meninggalkan Timur Tengah sejak 28 Februari, ketika AS-Israel melancarkan perang melawan Iran.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (10/03/2026), Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler Dylan Johnson mengatakan Departemen Luar Negeri AS telah melakukan lebih dari 20 penerbangan charter dan mengevakuasi ribuan warga Amerika dari wilayah tersebut.
Meskipun ketersediaan penerbangan komersial di seluruh wilayah tersebut membaik, departemen tersebut mengatakan opsi penerbangan charter dan transportasi darat tetap beroperasi.
“Kursi yang tersedia pada opsi charter Departemen jauh lebih besar daripada permintaan dari warga Amerika di wilayah tersebut,” kata Johnson. Ia juga menyebut banyak warga negara AS terus meninggalkan wilayah tersebut menggunakan penerbangan komersial.
Departemen tersebut mendesak warga negara AS di Oman, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Israel yang membutuhkan bantuan untuk meninggalkan wilayah tersebut agar mengisi formulir penerimaan krisis.
Laporan ini muncul di tengah perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan pejabat militer senior.
Iran telah membalas dengan serangan yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di wilayah tersebut, serta Israel.
Setidaknya tujuh anggota militer AS telah tewas.*




