Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Tidak ada Musik untuk Genosida’, Lebih Dari 1000 Musisi Serukan Boikot Eurovision

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 April 2026 10:01 10:01 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 April 2026 10:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Lebih dari 1.000 musisi dan pekerja budaya pada Selasa menandatangani surat terbuka yang menyerukan boikot Kontes Lagu Eurovision karena keikutsertaan Israel.

Melansir TRT, digagas oleh kelompok “No Music for Genocide”, surat itu mendesak para artis, penyiar, kru dan penggemar untuk menarik dukungan mereka terhadap kontes tersebut sampai penyelenggara Uni Penyiaran Eropa (EBU) mengeluarkan lembaga penyiaran KAN Israel.

Gerakan ini sebelumnya berhasil meyakinkan para artis untuk memblokir musik mereka di layanan streaming di Israel.

Di antara ribuan artis tersebut terdapat artis internasional terkenal seperti Brian Eno, Massive Attack, Kneecap, dan Roger Waters, bersama dengan mantan pemenang Eurovision seperti Emmelie de Forest dan Charlie McGettigan.

Surat itu menyatakan bahwa mengizinkan Israel untuk berkompetisi sementara Rusia tetap diskors dari kontes tersebut karena perang tahun 2022 di Ukraina sebagai kemunafikan dalam kebijakan EBU.

Baca Juga

MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII

“Tanggapan munafik EBU terhadap kejahatan Rusia dan Israel telah menghilangkan ilusi apa pun tentang ‘netralitas’ yang diklaim Eurovision.” Pada tahun 2022, EBU menyatakan bahwa kehadiran Rusia akan ‘mencemarkan nama baik kompetisi,’ demikian isi surat tersebut.

“Namun, lebih dari 30 bulan genosida di Gaza — bersamaan dengan pembersihan etnis dan perampasan tanah di Tepi Barat yang diduduki — tidak dianggap cukup untuk menerapkan kebijakan yang sama kepada Israel,” tambahnya.

Para artis menuduh EBU merusak netralitas yang diklaimnya dan menyerukan kepada tokoh-tokoh industri untuk mengambil sikap, dengan mengatakan “diam pasif bukanlah pilihan.”

Pernyataan itu juga memuji para penyiar dan kontestan yang dilaporkan telah menarik diri dari seleksi nasional atau menolak berpartisipasi sebagai bentuk protes, dengan menyebutkan organisasi-organisasi di Spanyol, Irlandia, Islandia, Slovenia, dan Belanda.

Kontes Lagu Eurovision dijadwalkan akan mengadakan edisi berikutnya di Austria antara tanggal 12 dan 16 Mei.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:boikotEropaEurovisiongenosida Gazastandar ganda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Carney Bilang Hubungan Erat Ekonomi Kanada dengan Amerika Serikat Merupakan Kelemahan
Tulisan selanjutnya Dukung Anak Palestina, Kyrie Irving Ubah Foto Profil Instagram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan
Ketua Umum MUI Dorong KUII VIII Hasilkan Rekomendasi Tegas Terkait LGBT
Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa

Terbaru

  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
  • MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
  • Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045
  • KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR
  • Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa
  • Tak Cukup Bermodal Cinta, Keluarga Harus Dibangun di Atas Maqasid Syariah
  • Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045

25 Juli 2026 12:53
Berita

KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR

25 Juli 2026 12:45
Berita

Tak Cukup Bermodal Cinta, Keluarga Harus Dibangun di Atas Maqasid Syariah

25 Juli 2026 10:54
Berita

Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

25 Juli 2026 10:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?