Hidayatullah.com– Presiden Recep Tayyip Erdogan memberhentikan wakil menteri pendidikan setelah insiden penembakan di dua sekolah yang menyebabkan 9 orang tewas, menurut lembaran resmi negara yang dirilis pada Jumat malam (24/4/2026).
Delapan siswa berusia 10 dan 11 tahun serta seorang guru tewas bulan ini ketika seorang remaja berusia 14 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah di Provinsi Kahramanmaras.
Pihak berwenang mengatakan bahwa pelaku, yang tewas di lokasi kejadian, membawa lima senjata api dan merupakan putra dari seorang mantan perwira polisi, yang sejak peristiwa itu diamankan petugas.
Serangan terpisah terjadi di Provinsi Sanliurfa melibatkan seorang bekas siswa yang menembakkan senjata apidi tempatnya bersekolah dahulu sebelum kemudian bunuh diri ketika disergap petugas.
Berdasarkan keputusan yang diteken Presiden Erdogan, jabatan wakil menteri pendidikan yang dipegang Nazif Yilmaz dialihkan ke Cihad Demirli, lapor AFP.
Kebijakan serupa juga diberlakukan atas kepemimpinan di sejumlah institusi berkaitan dengan pendidikan di Turki lainnya.
Peristiwa penembakan itu mengejutkan dan memicu kemarahan masyarakat, dan Erdogan kemudian bergegas mengatakan pemerintahannya akan membuat sejumlah kebijakan, termasuk RUU pembatasan kepemilikan senjata api.




