Hidayatullah.com – Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan bahwa pasukan keamanannya telah menangkap seorang mantan komandan yang berafiliasi dengan rezim Bashar al-Assad yang telah digulingkan.
Ia ditangkap atas tuduhan termasuk kejahatan perang dan keterlibatan dalam serangan militer terhadap wilayah yang dikuasai oposisi.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, kementerian mengatakan Pasukan Keamanan Internal menangkap Shuaib Mahmoud Ibrahim setelah pengawasan yang dipimpin intelijen dan operasi penyergapan di daerah Masyaf, provinsi Hama.
Kementerian mengatakan mereka menemukan sejumlah senjata yang disembunyikan selama penangkapan Shuaib.
Menurut penyelidikan awal, Ibrahim berpartisipasi dalam serangan militer di pedesaan Homs dan Hama pada tahun 2017 dan terlibat dalam mutilasi mayat.
Kementerian mengatakan tersangka juga mengakui memiliki sejumlah senjata dan menyembunyikannya bersama individu lain di daerah Masyaf.
Pihak berwenang terus berupaya untuk menemukan tersangka kedua dan menyita senjata yang tersisa, tambah pernyataan itu.
Menurut kementerian, Ibrahim telah dirujuk ke Direktorat Kontraterorisme untuk penyelidikan lebih lanjut sebelum dipindahkan ke pengadilan.
Memburu Tokoh-Tokoh Rezim
Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan oleh pemerintah baru Suriah untuk mengejar tokoh-tokoh mantan rezim yang dituduh terlibat dalam pelanggaran terhadap warga sipil selama konflik di negara tersebut.
Pada 8 Desember 2024, pasukan oposisi yang dipimpin oleh Ahmed al Sharaa menggulingkan rezim Bashar al Assad, mengakhiri lebih dari dua dekade pemerintahannya.
Sejak saat itu, pemerintahan baru telah meluncurkan operasi keamanan yang bertujuan untuk memulihkan stabilitas dan meminta pertanggungjawaban individu yang dituduh melakukan kejahatan selama konflik antara tahun 2011 dan 2024.




