Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Juli 2026 11:12 11:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juli 2026 13:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII akan menjadi ruang pertemuan antara umat Islam dan pemerintah untuk membahas berbagai persoalan strategis kebangsaan. Sejumlah isu aktual, mulai dari wacana hukuman mati bagi koruptor, tata kelola pertambangan, hingga rancangan regulasi yang telah disiapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dipastikan masuk dalam agenda pembahasan kongres.

Forum yang akan menghimpun 87 organisasi Islam di bawah naungan MUI tersebut diharapkan melahirkan rekomendasi strategis sebagai kontribusi umat Islam bagi pembangunan nasional.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, KH Marsudi Syuhud, mengatakan KUII VIII tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi Islam, tetapi juga menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan berbagai kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan bangsa.

Menurutnya, pembangunan nasional merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah ataupun masyarakat semata. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu dilibatkan dalam proses pembangunan, termasuk melalui forum-forum dialog seperti KUII VIII.

“Selama tiga hari ini berkumpul umat Islam seluruh Indonesia yang diwakili oleh 87 organisasi di bawah one umbrella Majelis Ulama Indonesia untuk melaksanakan Kongres Umat Islam Indonesia yang ke-VIII. Pada prinsipnya membangun bangsa itu tidak bisa sendirian, tidak bisa pemerintahnya saja atau bahkan masyarakat bangsanya saja,” ujar KH Marsudi Syuhud saat dorstop bersama media, di Kantor MUI Pusat, Selasa (21/07/2026).

Baca Juga

Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Ia menjelaskan, MUI secara khusus mengundang unsur pemerintah, mulai dari para menteri hingga berbagai lembaga negara untuk hadir dalam rangkaian sidang kongres. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi sarana bagi pemerintah untuk menyampaikan berbagai kebijakan yang telah dan akan dilaksanakan sekaligus mendengarkan aspirasi umat Islam secara langsung.

Di sisi lain, para peserta kongres juga diberikan ruang untuk menyampaikan kritik dan masukan yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

“Jika masih ada yang kurang dalam pelaksanaannya, maka di arena ini bisa langsung disampaikan kritik-kritik yang membangun, disampaikan ide-ide yang paling tepat dan paling bagus secara langsung. Membangun bangsa ini mengkritiknya tidak cukup hanya di jalan raya. Betapapun itu penting, tetapi model duduk bersama semacam kongres ini juga penting, adu argumen dan adu gagasan dari tokoh-tokoh, baik akademisi, para kiai, cendekiawan, praktisi, dan lainnya,” katanya.

Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII 2026 itu mengungkapkan, sejumlah rekomendasi yang akan dibahas dalam kongres bahkan telah dipersiapkan dalam bentuk draf regulasi oleh MUI. Rancangan tersebut nantinya akan didiskusikan bersama para peserta sebelum disampaikan kepada pemerintah.

“Beberapa item yang tadi saya sampaikan nanti dibahas. Bahkan drafting undang-undangnya sudah dibuat oleh MUI, tinggal diserahkan nanti pada acara itu. Dibahas juga di KUII dan akan diserahkan,” ujarnya.

Selain membahas rancangan regulasi, KUII VIII juga akan mengangkat berbagai isu aktual yang menjadi perhatian publik. Salah satunya ialah pemberantasan korupsi, termasuk wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor yang belakangan kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

KH Marsudi menegaskan, pembahasan berbagai isu strategis tersebut menjadi alasan penting dihadirkannya unsur pemerintah dari berbagai cabang kekuasaan negara, mulai dari eksekutif, yudikatif, hingga aparat penegak hukum dan pertahanan.

“Isu-isu kekinian itu akan dibahas di situ. Makanya kita undang pemerintah, eksekutif, yudikatif, sampai Kapolri dan Panglima juga diundang. Karena di sinilah letak membangun bangsa itu. Ini sebagai alasan bahwa membangun bangsa suatu keharusan, maka dari stakeholder bangsa ini diikutkan untuk membangun,” tuturnya.

Tak hanya itu, tata kelola sektor pertambangan juga akan menjadi salah satu topik pembahasan penting dalam kongres. Pemerintah melalui kementerian terkait akan diminta menyampaikan pandangannya mengenai pengelolaan sumber daya mineral nasional, sementara organisasi-organisasi Islam diberikan kesempatan untuk menyampaikan sikap dan pandangannya masing-masing.

Menurut KH Marsudi, keberagaman pandangan dari puluhan organisasi Islam merupakan bagian penting dalam proses merumuskan rekomendasi bersama bagi kepentingan bangsa.

“Tentang tambang, ada semua di situ. Nanti Menteri Pertambangan akan diminta memberikan pandangan-pandangannya. Bisa saja ada Ormas yang masih minta, ada Ormas yang mungkin menolak. Nanti besok akan ketahuan. Begitu banyak, 87 Ormas, kita lihat di lapangan besok bersama-sama,” pungkasnya.

Melalui KUII VIII, MUI berharap lahir berbagai rekomendasi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat menjadi masukan konkret bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada kemaslahatan dan kepentingan nasional.

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hukuman Mati KoruptorKongres Umat Islam IndonesiaKUIIMUIormas Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
Tulisan selanjutnya Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

21 Juli 2026 22:15
Berita

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

21 Juli 2026 19:48
Berita

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

21 Juli 2026 19:08
Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

21 Juli 2026 18:02
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?