Hidayatullah.com – Tiga orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan komunal antara gerombolan Hindu dan komunitas Muslim di Nepal.
Sejumlah video insiden kerusuhan, yang diunggah di media sosial, memperlihatkan kobaran api melahap sebuah masjid, rumah-rumah dan kendaraan milik minoritas Muslim.
Video lain memperlihatkan para perusuh dari Hindu merusak sebuah masjid dan mengibarkan bendera Saffron di menaranya.
Kerusuhan dipicu perselisihan usai beberapa orang Hindu memutar musik keras selama Bolbam, sebuah prosesi Hindu pada Ahad (26/06/2026) di sebuah desa di distrik Sunsari.
Polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan kerumunan, menewaskan dua orang, menurut juru bicara polisi Abi Narayan Kafle dikutip Al Jazeera (31/06/2026). Sementara korban ketiga dilaporkan tewas pada Kamis dalam demonstrasi beberapa hari setelah kerusuhan.
Untuk mencegah bentrokan dan kerusuhan meluas, pihak berwenang memberlakukan jam malam di seluruh Sunsari dan distrik-distrik di sekitarnya.
Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah baru buka suara pada Kamis (30/06/2026). Ia menyerukan masyarakat untuk bertindak secara bertanggung jawab dan menjaga keharmonisan nasional.
“Atas nama pemerintah, saya dengan tulus mengimbau warga negara, masyarakat sipil, komunitas agama, semua pemimpin terhormat, semua partai politik, dan media yang bertanggung jawab, untuk bersabar dan menahan diri serta menjaga perdamaian, keharmonisan, persaudaraan, dan persatuan nasional,” kata Shah.
Umat Hindu berjumlah sekitar 80 persen dari populasi Nepal, tetapi wilayah selatan negara itu memiliki populasi Muslim yang cukup besar.*




