Hidayatullah.com – Penjajah ‘Israel’ akan melancarkan invasi berskala besar di seluruh Baitul Maqdis atau Tepi Barat yang diduduki untuk memberantas apa yang mereka sebut sebagai “teror”, label yang mereka sematkan untuk warga Palestina yang melawan penjajahan.
Menurut laporan Quds News Network pada Senin (03/08/2026), kepemimpinan ‘Israel’ memutuskan akan memperlakukan Tepi Barat sebagai garis depan dan mengancam akan memperlakukannya seperti Gaza jika warga Palestina melawan.
Laporan tersebut menyebut bahwa Tepi Barat tidak menjadi prioritas kepemimpinan politik dan militer ‘Israel’ sejak dimulainya genosida Zionis di Gaza. Namun, situasi telah berubah. Ada tuntutan untuk mengalokasikan sumber daya yang lebih besar guna memperkuat keberadaan permukiman ilegal dan pemberantasan perlawanan Palestina.
Hal itu dikonfirmasi oleh Menteri Perang ‘Israel’ Israel Katz mengatakan pasukannya akan menangani Tepi Barat yang diduduki seperti halnya menangani Gaza dan Lebanon jika Palestina memilih untuk menghadapinya, merujuk pada lingkungan Shujaiya dan Jabalia di Gaza, yang menurutnya telah hancur total dan tidak ada lagi.
Israel mengatakan bahwa ia dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan tentara untuk memeriksa setiap kamp pengungsi yang darinya muncul apa yang ia sebut sebagai “teror,” sebagai pendahuluan untuk menginvasi dan mendudukinya.
Pengumuman ini tidak terlepas dari eskalasi serangan pemukim ilegal selama sebulan, di mana peristiwa di desa Tell, barat daya Nablus, pada 24 Juli menonjol sebagai titik balik yang signifikan.
Menurut kepala dewan desa, Walid Zidan, sekitar 20 pemukim ilegal menyerbu desa pagi itu, mengusir para penduduk dari rumah mereka. Zidan mengatakan tentara pendudukan ‘Israel’ hadir di tempat kejadian, dan tembakan meletus selama konfrontasi antara penduduk dan pemukim.*




