Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2026 08:54 8:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Agustus 2026 08:54
Bagikan
"Donald Trump, Amerika Serikat, dan Israel adalah teroris", pesan dalam poster ini dibawa massa pada Aksi Bela Palestina di Lapangan Medan Merdeka Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com-– Lima bulan setelah perang AS dengan Iran, warga Amerika yang memperkirakan Timur Tengah akan semakin kacau jumlahnya lebih banyak daripada mereka yang melihat perang tersebut akan membawa lebih banyak stabilitas menurut sebuah survei Reuters/Ipsos terbaru.

Jajak pendapat selama enam hari yang berakhir pada hari Senin (3/8/226) menunjukkan lima puluh persen responden menilai aksi militer AS di Iran akan men-destabilisasi Timur Tengah selama tahun depan, angka itu sekitar tiga kali lipat dari 17 persen yang mengatakan perang justru akan menstabilkan kawasan itu.

Sebanyak 16 persen lainnya mengatakan stabilitas akan tetap kurang lebih sama di tahun depan, dan 17 persen mengatakan mereka tidak yakin atau tidak menjawab pertanyaan tersebut, lapor Reuters Kamis (6/8/2026).

Orang Amerika juga pesimistis tentang harga bahan bakar minyak, yang melonjak akibat penutupan jalur maritim lewat Selat Hormuz. Sekitar 58 persen responden mengatakan mereka memperkirakan harga BBM akan memburuk, sementara hanya 15 persen yang memperkirakan harganya akan membaik.

Trump kembali menjabat pada Januari 2025 dengan janji kampanye akan menghindari “perang-perang bodoh,” sebuah pesan yang dianggap positif bagi para pemilih yang sudah muak dengan dua dekade peperangan yang dilakoni Amerika Serikat di luar negeri menyusul peristiwa 9/11 pada 2001.

Baca Juga

KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat

Sementara 80 persen pendukung Partai Republik menyetujui kinerja Trump sebagai presiden dan 66 persen mendukung penanganannya terhadap Iran, kurang dari setengahnya – 41 persen – berpikir stabilitas di Timur Tengah akan membaik pada tahun mendatang sebagai hasil dari perang tersebut.

Secara umum, hanya 35 persen orang Amerika menyetujui perang tersebut.

Ketika ditanya partai politik mana yang memiliki pendekatan lebih baik dalam menangani perang dan terorisme, pemilih terdaftar lebih memilih Demokrat daripada Republik – 37 persen berbanding 36 persen – ini pertama kalinya Partai Demokrat unggul sejak jajak pendapat Reuters/Ipsos mulai mengajukan pertanyaan tersebut pada Desember 2024, ketika Partai Republik unggul dengan 39 persen berbanding 28 persen.

Jajak pendapat itu juga menunjukkan bahwa para pemilih kini memandang Partai Demokrat lebih mampu mengelola perekonomian untuk pertama kalinya dalam sekitar satu dekade dibandingkan Republik.

Perang yang dimulai Trump bersama Israel terhadap aIran pada 28 Februari itu telah menelan biaya setidaknya $37,5 miliar uang rakyat Amerika, menewaskan 18 anggota militer AS, dan ribuan warga Iran.

Kekhawatiran tentang Ukraina dan China

Para responden memiliki pandangan suram yang serupa tentang perang Rusia versus Ukraina. Mayoritas khawatir situasinya akan memburuk dalam beberapa tahun ke depan, dan mereka juga khawatir akan kemungkinan munculnya konflik baru di level internasional di tempat lain.

Sekitar 58 persen mengaku khawatir perang Rusia-Ukraina – di mana Washington dan sekutunya di Eropa mendukung Kyiv dengan persenjataan dan intelijen – akan semakin memburuk.

Sebanyak 55 persen lainnya mengatakan mereka khawatir tentang kemungkinan China terlibat konflik dengan Taiwan, sementara 48 persen khawatir terjadi perang Rusia melawan negara Eropa lain di samping Ukraina. Sekitar 37 persen responden khawatir AS akan berperang memperebutkan Greenland.

Survei Reuters/Ipsos tersebut dilakukan secara daring, mengumpulkan tanggapan dari 4.505 orang dewasa di seluruh penjuru AS. Survei ini memiliki margin kesalahan dua persen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
Tulisan selanjutnya Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ucap Salam, Polisi Muslimah Berpangkat Tinggi India Dimutasi

Berita
18 September 2026 10:38
87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru

Terbaru

  • KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
  • Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
  • Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
  • Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
  • Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
  • Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab
  • Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh
  • Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan
  • Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
  • Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab

21 September 2026 16:08
Berita

Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh

21 September 2026 15:40
Berita

Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan

21 September 2026 13:25
Berita

Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih

20 September 2026 17:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?