Hidayatullah.com– Libanon dan Israel sudah menyepakati daftar negara-negara yang bisa mengirimkan pasukan guna memverifikasi perlucutan senjata Hizbullah di bawah kesepakatan yang dijembatani Amerika Serikat, kata seorang pejabat Libanon hari Jumat (7/8/2026), dengan Amerika Serikat juga akan memilih negara yang disetujuinya.
Pejabat itu menolak untuk menyebutkan nama negara yang tercantum di dalam daftar atau berapa jumlah yang tertera di sana. Seorang pejabat Libanon lain dan dua diplomat asing sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Israel dan Amerika Serikat sudah memveto Prancis.
Daftar itu dibuat dalam pertemuan antara delegasi Libanon dan Israel di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Roma pekan ini.
Pejabat Libanon itu mengatakan Beirut menolak usulan sebelumnya untuk melibatkan perusahaan sekuriti swasta sebagai pihak ketiga guna meverifikasi perlucutan senjata Hizbullah.
“Semua aktor yang diajukan adalah negara. Kami masih perlu untuk mendiskusikan bagaimana hal ini akan dilakukan, berapa banyak pasukan yang boleh dikerahkan dan bagaimana mereka akan bekerja dengan tentara Libanon,” kata pejabat itu.
Kerangka kerja perihal kehadiran pasukan asing di Libanon juga perlu disetujui terlebih dahulu, kemungkinan mereka akan diinapkan di pangkalan UNIFIL, pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mandatnya di Libanon akan berakhir pada penghujung tahun ini. Opsi-opsi lain masih digodok.
Pembicaraan antara Libanon dan Israel selanjutnya akan digelar pada bulan September, kata pejabat itu.*




