Hidayatullah.com – Irlandia tidak akan berpartisipasi dalam Kontes Lagu Eurovision untuk tahun kedua berturut-turut, menurut RTÉ. Sikap boikot ini sebagai protes terhadap keikutsertaan ‘Israel’ dalam kompetisi tersebut dan situasi kemanusiaan di Gaza akibat Zionis.
Lembaga penyiaran nasional Irlandia tersebut menyatakan bahwa keterlibatan Irlandia dalam kontes tahun 2027 “tidak dapat dibenarkan” mengingat terus jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil dan krisis kemanusiaan di Gaza.
RTÉ juga memastikan tidak akan menayangkan acara itu, yang dijadwalkan berlangsung di Bulgaria.
Boikot Negara Eropa
Sebelumnya, lembaga penyiaran Belanda juga menyatakan hal sama. AVROTROS menyatakan bahwa partisipasi tidak lagi sejalan dengan prinsip mereka tentang kepercayaan, independensi, dan kemanusiaan.
Irlandia maupun Belanda termasuk di antara lima negara yang tidak berpartisipasi dalam kontes Eurovision 2026, bersama dengan Islandia, Slovenia, dan Spanyol.
Direktur Eurovision, Martin Green, mengatakan bahwa ia menyayangkan keputusan RTÉ namun menghormati posisi lembaga penyiaran tersebut, seraya menambahkan harapannya agar Irlandia dapat kembali mengikuti kompetisi di masa mendatang.
Prinsip Kemanusiaan
Boikot ini terjadi seiring langkah penyelenggara Eurovision, European Broadcasting Union, yang mengubah aturan kompetisi.
Berdasarkan aturan baru, lembaga penyiaran mungkin tidak dapat menjadi tuan rumah Eurovision jika negara mereka terlibat dalam konflik bersenjata atau situasi geopolitik sensitif yang dapat memengaruhi keamanan dan stabilitas.
Perubahan ini menyusul penyesuaian sebelumnya, termasuk keputusan untuk menggelar kompetisi tahun 2023 di Liverpool—bukan di Ukraina—setelah invasi Rusia, meskipun Ukraina adalah pemenang tahun sebelumnya.
Tetap Boikot Meski Sering Juara
Irlandia tetap menjadi salah satu negara paling sukses di Eurovision, dengan tujuh kali kemenangan—rekor yang juga dipegang oleh Swedia.
Performa negara tersebut belakangan ini beragam. Wakil Irlandia untuk tahun 2025 gagal lolos ke babak semifinal, sementara wakil tahun 2024 menempati posisi keenam.
Eurovision Song Contest, yang diselenggarakan oleh EBU, merupakan salah satu acara musik langsung terbesar di dunia dan menarik jutaan penonton secara global.*




