Hidayatullah.com – Seorang pemuda Turki dan temannya asal Istanbul berhasil tiba di Mekkah setelah melintasi jarak 3.200 kilometer dengan cara nebeng kendaraan orang lain, biasa juga disebut hitchhiking, melintasi tiga negara, Turki, Suriah dan Yordania.
Melansir Daily Sabah pada Senin (21/09/2026), Ali Haydar Erol dan seorang temannya menumpangi hampir 40 kendaraan selama perjalanan mereka menuju tanah suci. Mereka mulai berangkat dari Istanbul pada 3 Agustus dan tiba di Madinah pada 9 Agustus.
Pemuda berusia 18 tahun itu mengungkapkan dirinya pernah bepergian ke berbagai kota di Turki dengan cara menumpang kendaraan orang lain. Pengalaman itulah yang membuatnya berani menetapkan umrah ke dalam salah satu tujuannya.

Perjalanan hitchhiking dua pemuda Turki
Keduanya melakukan perjalanan dari Istanbul ke Ankara dengan berganti kendaraan sebanyak tujuh kali, lalu melanjutkan perjalanan melewati Aksaray, Niğde, dan Hatay. Setelah bermalam di Hatay, mereka menyeberang ke Suriah melalui Gerbang Perbatasan Cilvegözü.
Selanjutnya, mereka melintasi Hama, Homs, dan Damaskus dengan menumpangi sekitar 15 kendaraan sebelum mencapai perbatasan Yordania.
Karena tidak diizinkan melintasi perbatasan dengan berjalan kaki, mereka diantar ke Zarqa menggunakan kendaraan lain dan melanjutkan perjalanan dengan menumpang kendaraan menuju Amman.
Setelah menghabiskan waktu bersama seorang teman mahasiswa di Amman, mereka melanjutkan perjalanan ke kota Ma’an.
Mereka menumpangi 10 kendaraan berbeda di Yordania sebelum memasuki Arab Saudi.
Tiba di Arab Saudi
Erol mengatakan bahwa sebelumnya ia pernah bepergian ke berbagai kota di Turki dengan cara menumpang kendaraan sebelum memutuskan untuk memasukkan tujuan tanah suci ke dalam salah satu perjalanannya.
Setelah memasuki Arab Saudi, keduanya berjalan di tengah cuaca panas hingga bertemu seorang sopir taksi. Mengetahui kedua pemuda asing tersebut bepergian dengan hitchhiking, sopir itu kemudian menawarkan tumpangan gratis ke Tabuk.
Di Tabuk, seseorang lainnya mengantar mereka menempuh jarak sekitar 200 kilometer. Kemudian, saat mereka kesulitan mencari kendaraan di malam hari, seorang sopir taksi lain yang mengetahui bahwa mereka berasal dari Turki menolak bayaran dan mengantar mereka ke terminal bus. Mereka lalu melanjutkan perjalanan ke Madinah menggunakan bus.
Keduanya pertama-tama mengunjungi Raudhah di Masjid Nabawi, yang dikenal sebagai “Taman Surga”.
“Saya merasa terlepas dari segala rasa lelah. Setelah perjalanan selama seminggu, saya menemukan kedamaian batin,” ujar Erol.
Selama satu hari di Madinah, mereka mengunjungi Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud (Gunung Uhud).
Seseorang yang melihat video perjalanan mereka di media sosial kemudian menawarkan tumpangan gratis bagi keduanya dari Madinah ke Makkah.
Erol mengatakan bahwa melihat Ka’bah untuk pertama kalinya merupakan pengalaman yang sangat mengharukan.
“Saat melihatnya untuk pertama kali, saya sangat terharu hingga menangis,” ujarnya. “Ketika melihat Ka’bah tepat di hadapan saya, saya menyadari bahwa wujud aslinya berbeda dari yang terlihat di foto. Ukurannya sangat besar dan megah. Suasananya pun sangat unik.”
Erol menuturkan bahwa orang-orang yang mereka temui di sepanjang perjalanan menunjukkan keramahan setelah mengetahui tujuan mereka ke Tanah Suci untuk melaksanakan Umrah. Ada yang meminta didoakan, sementara yang lain menawarkan uang atau akomodasi.
Ia mengatakan keluarganya sempat khawatir dengan perjalanan tersebut, namun kemudian merasa senang dan bangga setelah melihat unggahan mereka dari Mekkah dan Madinah.
Terlepas dari segala kesulitan yang dihadapi, Erol mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk kembali melakukan perjalanan Umrah pada musim panas mendatang.*




