Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Parlemen Australia Batalkan Pembahasan Pemisahan Wanita Berniqab

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2014 17:04 5:04 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 20 Oktober 2014 17:04
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Satu rencana kontroversial yang akan memisahkan wanita yang mengenakan burqa atau niqab berada di Gedung Parlemen Australia demi alasan keamanan, dibatalkan pembicaraannya Senin (20/10/2014) setelah mendapat reaksi keras.

Pembicaraan pemisahan berawal pada tanggal 2 Oktober saat juru bicara Bronwyn Bishop dan Pimpinan Senat Stephen Parry menempatkan wanita yang memakai penutup wajah berada di tempat anak-anak sekolah saat mengunjungi parlemen.

Penempatan wanita berpenutup wajah di tempat itu bersamaan adanya perdebatan sengit tentang potensi risiko keamanan sejak munculnya organisasi Negara Islam (ISIS/ISIL).

Keputusan itu lantas dikecam oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia dan diskriminasi ras.

Komisioner diskriminasi ras Tim Soutphommasane kepada Fairfax Media, adanya keputusan itu berarti wanita Muslim sedang diperlakukan berbeda dengan wanita non-Muslim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tidak seharusnya seseorang diperlakukan seperti warga kelas dua, lebih-lebih di parlemen,” katanya.

“Sampai saat ini saya belum mendengar pendapat dari ahli atau analisis yang menunjukkan bahwa burqa atau niqab merupakan ancaman keamanan tambahan atau khusus.”

Anggota parlemen dari partai Buruh yang menjadi oposisi, Tony Burke menyambut pembatalan pembahasan tersebut. Ia mengatakan, keputusan awal seharusnya tidak pernah dibuat.

“Apa yang ada di pikiran mereka berpikir bahwa pemisahan adalah ide yang baik?” katanya, dikutip AFP.

“Pemisahan yang sebelumnya dilakukan, tampaknya, tanpa meminta nasihat dari pihak keamanan terkait dengan ini, dan memang tidak ada alasan keamanan yang melekat padanya.”

Departemen Pelayanan Parlemen mengatakan dalam pernyataan bahwa aturan saat ini telah berubah, hanya semua pengunjung harus “secara sementara membuka penutup wajahnya” sekiranya pendeteksi wajah kesulitan mengenalinya.

“Ini akan memungkinkan staf keamanan mengidentifikasi siapa saja yang telah ditetapkan dilarang memasuki gedung, atau yang dapat menimbulkan risiko keamanan,” katanya.

“Setelah proses ini, pengunjung bebas bergerak memasuki ruang publik bangunan, termasuk semua galeri ruang, bahkan dengan penggunaan penutup wajah,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesawat Militer Amerika Kirimi Pasukan Kurdi Senjata Lewat Udara
Tulisan selanjutnya Jokowi Disambut di Konser Salam 3 Jari, Penonton Pingsan Terinjak-Injak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?