Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prof Wan Mohd Nor Wan Daud: Mengkritik Barat Bukan Berarti Anti Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 November 2014 06:52 6:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2014 23:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tidak semua mengkritik Barat bisa disebut anti Barat. Sikap mengkritik Barat karena ada budaya mereka (Barat) yang tak sesuai dengan ajaran syariat Islam.

Hal itu diungkapkan Prof Wan Mohd Nor Wan Daud dalam sebuah acara Kuliah Umum di kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor Selasa, (03/11/2014) lalu.

Dalam kuliah umum bertajuk “Pendidikan Tinggi Berkualitas Dalam Perspektif Islam dan Barat” Prof Wan mengkritik beberapa konsep pendidikan Barat yang dianggapnya menyimpang dari agama Islam.

Benturan yang dimaksud tak lain ketika Barat menegasikan ilmu dan sains dari ruh agama dan nilai spritualitas.

Menurutnya, inilah alasan mendasar mengapa sekularisasi ilmu itu muncul di tengah masyarakat. Meski Barat mengaku terdepan dalam era modern, tapi sejatinya ia rapuh dalam kemajuan dibanggakan itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Excellent without soul,” terang pendiri Center for Advanced Studies on Islam, Sciense and Civilization (CASIS) di Malaysia ini ketika mengungkap kebobrokan kemajuan Barat yang banyak dibanggakan orang.

Dampaknya seorang Muslim yang terinfeksi pemikiran sekuler, ketika ia membaca Al-Qur’an dan Sunnah bukan lagi dengan kaca-mata wahyu tapi dengan pandangan kebaratan. Ibarat orang buta yang menilai seekor gajah. Pandangannya tak akan pernah adil dan sempurna.

Karena itu, konsep Islamic Worldview (cara pandang yang benar) itu penting sebagai landasan berfikir seorang Muslim. “Jika ia tersilap, maka kerangka ilmu juga ikut tersilap. Ujungnya amal ibadah juga jadi tersilap,” ujarnya dengan logat bahasa Melayu yang kental.

Di hadapan 80 orang mahasiswa Pasca Sarjana UIKA, ia menyatakan, di zaman serba modern sekarang, kondisi negara-negara Barat sebenarnya tak jauh beda dengan masa renasains dahulu.

“Ilmu dan perkembangan sains mereka tetap saja seperti dahulu. Jauh dari nilai-nilai moral agama,” sebutnya.

“Bahkan puncaknya, manusia diperlakukan dan dinilai layaknya sebuah pabrik industri. Mereka hanya diukur dengan materi saja,” imbuhnya kembali.

Untuk itu Prof Wan Mohd Nor mengingatkan para mahasiswa dan akademisi lainnya agar berhati-hati dalam berinteraksi dan mengadopsi budaya Barat. Sebab Islam sendiri telah menetapkan konsep tersendiri dalam menuntut ilmu dan membangun peradaban yang diinginkan.

“Jangan menganggap penting semua yang ditawarkan (Barat). Jika sesuai agama silakan ambil, jika tak benar, maka harus ditolak,” ucap murid Prof Dr Fazlur Rahman yang meraih predikat gelar Ph.D dari University of Chicago itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabakhlakbaratislamsekularisasisekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yunani Terima Permintaan Amerika untuk Mencegat Anggota ISIS/ISIL
Tulisan selanjutnya Raja Jordan Janji Akan Hadapi Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?