Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri: Pers Mesir Lebih Bebas Sekarang Dibanding Dulu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 April 2013 10:17 10:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 April 2013 10:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Penerangan Mesir Saleh Abdul Maqsud mengatakan bahwa tudingan oposisi yang mengatakan kebebasan media di negara itu diusik, merupakan pernyataan yang menyesatkan dan upaya menjelek-jelekkan pemerintahan Mesir yang sekarang ini.

Hal itu dikatakan menteri dalam siaran langsung wawancaranya dengan stasiun televisi Mehwar hari Senin (1/4/2013), lapor Al Ahram.

“Media Mesir dibawah presiden pertama yang dipilih secara demokratis, Muhammad Mursy, sekarang menikmati kebebasan semaksimal mungkin sejak kelahirannya 150 tahun lalu,” kata Abdul Maqsud.

Menteri penerangan itu juga mengatakan, baik presiden, Al-Ikhwan al-Muslimun atau Partai Kebebasan dan Keadilan, tidak terkait dengan tuntutan hukum terhadap tokoh-tokoh media, seraya menambahkan bahwa gugatan tersebut diajukan oleh anggota masyarakat.

Sebagaimana diberitakan, satiris televisi terkemuka Bassem Youssef mendapat surat penahanan dan diinterogasi kejaksaan dalam kasus gugatan pelecehan terhadap Islam dan penghinaan terhadap presiden. Sebelumnya, Youssef juga dijerat gugatan perdata dalam kasus serupa, namun hingga saat ini belum mendapat surat panggilan pemeriksaan. Hari Ahad kemarin, Youssef dibebaskan dari tahanan dengan uang jaminan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penangkapan Youssef itu mendapat kecaman dari kalangan liberal pembela kebebasan berpendapat, bahkan dari pemerintah Amerika Serikat.

Selain itu sejumlah orang dalam kasus lain ditangkap terkait pernyataan-pernyataan mereka di publik.

Korupsi di lingkungan media juga mendapat sorotan dari kelompok Salafy, yang pekan lalu berdemonstrasi di depan Media Production City, kompleks di mana kantor pusat stasiun-stasiun televisi swasta Mesir berada.

Lebih lanjut Abdul Maqsud mengatakan, “Keputusan pertama yang diambil Presiden Mursy setelah dia memegang kekuasaan legislatif menyusul dibubarkannya majelis rendah parlemen, yaitu melarang penahanan praperadilan atas para jurnalis yang didakwa melakukan tindak kriminal.”

Abdul Maqsud juga mengungkapkan dukungannya terhadap “kritik yang membangun.”

Mengomentari tuduhan korupsi di Media Production City, Abdul Maqsud mengatakan kementeriannya tidak bertanggungjawab atas manajemen kompleks media tersebut, sebab hanya memiliki saham 40% di sana.

Menteri menuding kesalahan itu ada pada para loyalis rezim lama bersama dengan “pihak-pihak luar” yang membiayai stasiun-stasiun televisi swasta di sana.

Dia menambahkan, stasiun televisi dan radio milik pemerintah sendiri juga terkena krisis finansial, sebagaimana terlihat dalam kebijakan pengurangan karyawan dan menumpuknya hutang gaji pegawai yang belum dibayar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Waralaba Amerika Kembali Serbu Indonesia
Tulisan selanjutnya Foto Satelit Kerusakan Masif Rumah Warga Meikhtila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?