Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Inilah Jalan Hidup Seorang Mukmin (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Desember 2014 13:06 1:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Desember 2014 13:06
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh: Dr. Achmad Yani, Lc, Med

MANUSIA adilahirkan sebagai bayi, menyusu kepada ibunya, tumbuh menjadi anak-anak yang manja dan sibuk dengan segala macam alat permainannya. Lalu ia menjadi remaja dengan segala macam kegiatannya, mulai dari sekolah, belajar, nongkrong, jalan-jalan, dengerin musik, pacaran, tawuran, nonton film, jajan, dan lain sebagainya.

Memasuki masa dewasa, ia mulai disibukkan dengan urusan pekerjaan, mencari pengahasilan, mengurusi keluarga, anak dan istri. Setelah itu akhirnya menua, manjadi kakek atau nenek, kemudian mati.

Apakah dengan kematian itu berarti semuanya telah selesai? Jika belum selesai, lantas apa sebenarnya tujuan hidup kita di dunia ini?

Memahami Hakekat Hidup

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pemahaman terhadap tujuan hidup ini sangat penting, karena tujuan itulah yang akan menentukan kemana arah perjalan ini akan ditempuh. Ibarat tujuannnya adalah Jakarta, jika dari Surabaya, maka berarti kita harus berjalan ke arah barat.Begitu juga jika tujuannya adalah Bali, maka berarti kita harus berjalan ke arah timur.

Memahami hakekat tujuan hidup ini menjadi sangat penting, sebab jika pemahaman itu salah, maka bisa dipastikan prilakunya pasti juga salah.

Orang Jepang contohnya, menurut falsafah mereka, hakekat kehidupan ini adalah untuk menunggu kematian.Bagi mereka, jika Anda merasa sudah tidak ada lagi peluang untuk sukses, maka lebih baik mati secepatnya dan tidak ada artinya menunggu di dunia ini lebih lama. Silahkan bunuh diri saja, itu lebih baik dari pada anda menjadi orang yang gagal dalam hidup.

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria yang secara jantan mengakui kegagalannya, dan memilih untuk mengakhiri hidup secepatnya. Ini bisa dilihat daridata yang ada, sampai hari ini minimal 70 orang perhari mati bunuh diri di Jepang, sehingga Jepang menjadi negara nomer satu di dunia untuk jumlah bunuh diri terbanyak.

Sangat ironis, Negara yang begitu maju, canggih dalam teknologi, yang produksi mobilnya dipakai di seluruh dunia: Toyota, Mitsubishi, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan lain-lainnya, ternyata menjadi Negara yang jumlah bunuh dirinya terbesar di seluruh dunia. Kanapa itu bisa aterjadi , tidak lain adalah disebabkan pemahaman mereka tentang hakekat kehidupan ini.

Sedangkan orang Barat, mereka memahami hakekat kehidupan ini sebagai kesempatan untuk menikmati kehidupan sebelum ajal menjemput.

Itulah sebabnya, menjadi cita-cita hampir semua orang barat untuk bisa melancong ke berbagai penjuru dunia, yang tidak lain tujuannya adalah untuk sepenuhnya bisa menikmati keindahan hidup di dunia. Banyak yang menyangka bahwa semua turis dari barat itu adalah orang kaya.Tidak, justru sebagian besar mereka adalah orang-orang yang ekonominya biasa-biasa saja.Memang ada juga yang kaya raya, namun sebagian besar adalah orang biasa.Kebanyakan dari mereka adalah orang kelas menengah kebawah yang telah bertahun-tahun bekerja, atau bahkan berpuluh-puluh tahun. Uang hasil bekerja itu kemudian ditabung, sekian lama mereka menabung, kemudian uang itu mereka habiskan untuk melancong ke berbagai penjuru dunia selama setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun, dan seterusnya.

Trend melancong dalam waktu yang lama sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang barat. Kenapa bisa begitu, jawabannya adalah disebabkan pemahaman mereka dalam memakanai hakekat kehidupan.Bagi mereeka, hidup ini adalah kesempatan untuk menikmatinya, sebelum kita dijemput oleh kematian.Nikmatilah hidupmu sepenuhnya, sebelum engkau meninggakan dunia.Dan cara menikmati hidup yang paling istimewa untuk mereka adalah dengan melancong ke berbagai penjuru dunia dalam waktu yang lama, tidak perlu kerja, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang memberi tekanan, tidak ada kewajiban untuk kerja, rapat, ngajar, dan segala macam kegiatan lainnya, yang kesemuanya itu dirasakan sebagai tekanan dalam menjalani kehidupan.

Kemudian kita sebagai orang mukmin, apa makna hakekat kehidupan ini untuk kita? Apakah hidup ini hanya untuk menikmati makanan yang lezat-lezat? Jika itu pemahaman kita, lalu apa beda kita dengan sapi yang seumur hidupnya hanya makan dan makan. Jika urusan makan, tentu sapi lebih hebat dari kita, sebab sapi sepanjang hidupnya adalah untuk mengunyah makanan. Sedangkan manusia, setelah menikmati makanan satu piring, maka dia pun sudah merasa kenyang, dan sudah tidak sanggup lagi menyantap makananan yang lainnya.

Adakah hidup kita hanyalah untuk menikmati wanita cantik dan menyalurkan nafsu biologis semata? Jika urusan pemuasan kebutuhan biologis, maka ayam jauh lebih hebat dari kita, sebab ayam mampu melakukan hubungan biologis sehari lebih dari 20 kali.Sedangkan kita?Kemampuan dan kekuatan kita kalah jauh dibandingkan ayam.

Ataukah hidup kita ini hanya untuk jalan-jalan dan menikmati pemandangan? Jika itu tujuannya, tentu burung elang yang bisa terbang tinggi di udara jauh lebih hebat dari kita. Tiap hari ia terbang tinggi dan menimkati pemandangan yang begitu indah dari atas ketinggian, terbang jauh kemana ia suka. */bersambung

Penulis adalah Dosen di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:barathidupibadahkebaikanmatiMuslimpahala
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpinan Ponpes Al-Banjari Balikpapan: Kalau Imigran itu Syiah, Kita akan Bergerak
Tulisan selanjutnya Menag: Seorang Muslim Tak Perlu Gunakan Topi Sinterklas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?