Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Mengurus Muallaf Berkelanjutan di Aceh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 April 2011 15:12 3:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 April 2011 15:12
Bagikan
Bagikan

Oleh: Sayed Muhammad Husen

JUMLAH muallaf terus bertambah. Hampir bulan kita membaca di media ada yang masuk Islam. Di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pun telah menjadikan pensyadatan sebagai agenda rutin. Paling tidak sekarang ini, Baitul Mal Aceh (BMA) dan Baitul Mal Kabupaten/Kota (BMK) se Aceh mencatat lebih 500 muallaf. Jumlah ini terus bertambah seiring hadirnya muallaf baru, dari pendataan yang dilakukan dan mendaftar sendiri pada BMA atau BMK. Memang belum ada data konkret berapa jumlah muallaf di Aceh.

BMA membuat program layanan muallaf sejak 2006 dengan cara memberikan bantuan pakaian dan bacaan kepada muallaf di Kab Aceh Singkil dan Kab Aceh Tenggara. Program ini terus dilanjutkan dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Bantuan pun lebih berfariasi, misalnya perlengkapan sekolah, beasiswa anak muallaf, pembekalan agama dan pemberian modal usaha.

Dalam mengurus muallaf BMA bekerjasama dengan Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Aceh, Kantor Urusan Agama (KUA), Korps Alumni IAIN Ar-Raniry, Forum Komunikasi Da’i Perbatasan (FKDP) dan BMK. “Mitra ini sangat membantu kami dalam mengorganisir muallaf dan menyelenggarakan pembekan agama pada lokasi yang sulit terjangkau,” kata Hendra Saputra, Kabid Distribusi dan Pendayagunaan BMA. Misalnya BMA pernah menyelenggarakan pembekalan agama bagi muallaf di pulau terpencil (Pulau Banyak, Aceh Singkil), bermitra dengan FKDP.

Sekarang BMA masih memprioritaskan pembinaan muallaf pada tiga daerah: Aceh Singkil, Kota Subulusalam dan Aceh Tenggara dengan alokasi dana 2,5% dari total zakat. Bentuk kegiatan yang menonjol: santunan sosial, beasiswa dan modal usaha. Program baru yang sedang dirancang, beasiswa penuh tahfidz quran untuk anak muallaf. Hanya saja, BMA belum punya format program pembinaan muallaf yang terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Untuk itu, seharusnya pengurus baitul mal, amil zakat dan pemangku kepentingan lainnya dapat merumuskan program yang dapat menjadi problem solving terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh kaum muallaf. Misalkan saja, baru-baru ini 129 pengikut aliran sesat (baca: Millata Abraham) di Aceh disyahadatkan ulang, jika mereka dianggap muallaf, lalu apa intervensi program BMA?

Paling tidak ada tiga hal yang mesti diperhatikan dalam merumuskan program berkelanjutan pembinaan muallaf, terutaman bagi muallaf miskin.

Pertama, melengkapi data muallaf. Data ini disesuaikan dengan kriteria seorang muallaf. Dewan Pengawas Syariah Baitul Mal Aceh (DPS-BMA) menetapkan muallaf hingga tiga tahun. Setelah tiga tahun seseorang muallaf tidak berhak lagi mendapatkan zakat dari senif muallaf, namun jika dia fakir atau miskin berhak mendapatkan zakat dari senif fakir atau Miskin.

Kedua, melakukan penelitian kebutuhan muallaf, sehingga program yang dirancang dapat menjawab kebutuhan muallaf. Muallaf yang masih lajang tentu berbeda kebutuhan dan harapannya dengan muallaf yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan. Muallaf miskin berbada dengan muallaf kaya. Muallaf bertempat tinggal di kota berbeda dengan muallaf di daerah pertanian atau perikanan.

Ketiga, merumuskan posisi BMA atau BMK, apakah melakukan sendiri program pengurusan muallaf atau menyerahkan kepada mitra/jaringan, sementara baitul mal hanya menjadi lembaga funding saja. Dengan demikian, seperti pertanyaan Juniazi Yahya SAg, Humas Kanwil Kemenag Aceh, bahwa siapa sebenarnya yang bertanggungjawab mengurus muallaf dapat terjawab. Perlu juga baitul mal mengkomunikasikan programnya kepada publik, sehingga pemangku kepentingan dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.

Jadi sudah saatnya baitul mal (tingkat provinsi, kab/kota, kemukiman dan gampong/desa) marumuskan program berkelanjutan dalam mengurus muallaf. Tak penting program itu mencakup wilayah yang luas dan menjangkau orang banyak, namun disesuaikan dengan kemampuan manajemen dan anggaran yang tersedia. Seharusnya dengan program itu, dapat memastikan muallaf belajar agama berkelanjutan dan mendalam, sehingga mereka menjadi muslim yang berkualitas dan taqwa.

Dengan program muallaf, bisa juga memastikan anak-anak muallaf dari keluarga miskin dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang strata satu atau menamatkan pendidikan di dayah (pesantren). Tak cukup hanya menyediakan beasiswa temporer sata atau dua kali saja. Dalam bidang ekonomi, santunan muallaf semestinya bukan hanya bulan puasa saja, tapi bagaimana merancang program pemberdayaan ekonomi mullaaf berkejanjutan. Membentuk lembaga keuangan mikro sebagai akses modal usaha dan mendampingi wirausaha muallaf.

Dengan kesungguhan baitul mal mendayagunakan dana zakat dari senif muallaf maka akan dapat melahirkan muallaf mandiri, produktif dan berkualitas. Tentu programmya tak boleh cilet-cilet (setengah hati), tapi program pemberdayaan muallaf terpadu dan berkelanjutan. Tak seharusnya lagi kita menyaksikan muallaf miskin menjadi peminta-minta. Saatnya kita mengangkat martabat saudara baru kita itu menajdi manusia muslim kelas satu, sejajar dengan saudaranya yang telah duluan muslim sejak lahir.

Penulis, Amil Zakat pada Baitul Mal Aceh

Foto: Pengikut Millata Abraham

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bibel Mengecam, Gereja Malah Puji Homoseksual
Tulisan selanjutnya Tokoh yang Pernah Resahkan Umat Islam itu Telah Tiada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?