Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Mengungkap Kepalsuan Ahmadiyah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juli 2005 07:10 7:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juli 2005 07:10
Bagikan
Bagikan

Jum’at, 23 Juli 2005

Oleh Hartono Ahmad Jaiz *)

Ahmadiyah, adalah nama yang hari-hari ini tiba-tiba menjadi buah bibir banyak orang. Berakhirnya keputusan Pemerintah daerah (Pemda) Bogor untuk menutup pusat aliran sesat Ahmadiyah pasca pengepungan massa umat Islam di Pusat Ahmadiyah, Kampus Mubarok, Parung Bogor Jawa Barat Jum’at (15/7) pekan lalu ternyata tak menjadikan isu ini berhenti begitu saja.

Sekelompok orang –namun tak mewakili suara umat Islam– bernama Aliansi Masyarakat Madani bahkan menuntuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencabut fatwa yang memandang sesat terhadap jamaah ini.

Sejumlah nama yang tergabung dengan Aliansi itu adalah; Sholahuddin Wahid, Adnan Buyung Nasution, Dawam Raharjo, Johan Efendi, Ulil Abshar Abdala, M. Syafii Anwar, Musdah Mulia, Ali Abdurahman, Trisno T Sutanto, Munawar dan Uli Parulin.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

“MUI perlu mencabut semua fatwa yang memandang sesat aliran lain yang berbeda, karena fatwa tersebut seringkali dijadikan landasan untuk melakukan tindakan kekerasan dan keresahan, ” ujar siaran pers Aliansi Masyarakat Madani dikutip detik.com, Jum’at (22/7). Dalam siarannya, Aliansi MAdani meminta negara memberikan kebebasan setiap warga.

Sebelumnya, ada tokoh Muhammadiyah, Dawam Raharjo yang gencar mengecam MUI, FPI, dan LPPI. Dawam, bahkan menulis di koran Indo Pos (anak perusahaan media Jawa Pos group), berjudul “Teror Terhadap Ahmadiyah.”

Dalam tulisannya, Dawam nampak gusar. Dengan dalih HAM (Hak asasi manusia), dia tudingkan telunjuknya itu dengan berteriak bahwa FPI (Front Pembela Islam) dan LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) berada di balik terror itu.

Seolah tak ingin ketinggalan, anak-anak muda Muhammadiyah yang dikenal beraliran liberal, JIMM (Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah) mengadakan konperensi pers di kantor Pusat PP Muhammadiyah membela Ahmadiyah. Sukidi, mengambil kesempatan untuk membela Ahmadiyah.

Fatwa sesat Ahmadiyah bukanlah pertama kali. Pada Munas II Alim Ulama MUI 1980, fatwa terhadap Ahmadiyah sudah ada. Isinya, Ahmadiyah dianggap sudah keluar dari Islam, sesat dan menyesatkan. Hal itu juga dikuatkan dengan surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan haji Departemen Agama, agar ulama menjelaskan sesatnya Ahmadiyah.

Sejarah Panjang

Ahmadiyah datang ke Indonesia sejak 1925. Awal mulanya digandeng oleh Muhammadiyah karena dianggap sebagai pembaharu. Namun di tahun 1930-an kemudian Muhammadiyah baru tahu bahwa Ahmadiyah itu sesat, bukan pembaharu sebagaimana yang semula difahami. Maka Muhammadiyah tidak lagi menjadikan Ahmadiyah sebagai kawan sejak 1930 itu.

Meskipun tahun 1930 pimpinan Muhammadiyah sudah pidato resmi bahwa Ahmadiyah yang selama ini dijadikan teman ternyata bukan teman. Namun sampai tahun 2000 masih ada petinggi Muhammadiyah, Dawam Rahardjo, yang mengatasnamakan Muhammadiyah mengundang Khalifah IV Ahmadiyah, Thahir Ahmad, di London untuk hadir ke Indonesia di masa Presiden Gus Dur.

Kedatangan utusan Ahmadiyah ini diundang oleh orang Muhammadiyah dan disambut oleh bekas ketua Muhammadiyah yang sedang jadi ketua MPR, Amien Rais dengan berangkulan di Gedung DPR/MPR. Dawam Rahardjo, ketika itu, bahkan mengalungkan bunga kepada Thahir Ahmad di Bandara Cengkareng. Semua itu kemudian disiarkan oleh media Ahmadiyah.

Seorang pakar dari Pakistan, Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani, penulis buku Keyakinan Al-Qadiani, sengaja hadir ke Indonesia kemudian berpidato di Masjid Al-Azhar Jakarta. Pakar dari Pakistan ini memprotes keras, agar Dawam Rahardjo diadukan ke pengadilan, karena telah mengatas namakan Muhammadiyah, mengundang penerus nabi palsu ke Indonesia.

Ketika saya bersama Haryadi mantan Ahmadiyah, Farid Okbah- Al-Irsyad, dan Abu Yazid- Persis masuk ke kampus Mubarok Parung Bogor saat Thahir Ahmad ada di sana. Saat itu kami ingin bertamu kepada teman Ahmad Haryadi, namun kami ditangkap.

Lalu saya berbincang-bincang dengan sebagian mereka, ketika pihak keamanan Ahmadiyah sedang mengusut teman-teman saya yang bertamu tapi ditangkap ini. Saya tanyakan, kenapa Dawam Rahardjo datang ke London mengundang Thahir Ahmad? Dijawab, karena Ahmadiyah membiayai Dawam Rahardjo.

Pantaslah, di saat ada desakan dari umat Islam sekitar kampus Mubarok Pusat Ahmadiyah agar Ahmadiyah dan kampusnya dibubarkan, maka Dawam Rahardjo menjadi “pahlawan” kesiangan. Dawam berbicara di konperensi pers di PBNU yang diselenggarakan oleh Johan Effendi yang memang anggota resmi Ahmadiyah selaku ICRP yang didanai lembaga kafir The Asia Foundation berpusat di Amerika.

Kepalsuan Ahmadiyah

Selama ini kalangan Ahmadiyah sering mengelak tentang kepalsuan aqidah yang kemudian dianggap banyak kaum muslim telah sesat dan keluar dari Islam.

Dalam kitab Tadzkirah, (hal. 637), (kitab pegangan utama Ahmadiyah), yang kemudian dianggap sebagai ‘Kitab Suci’ nya, dikenal banyak menyelewengkan ayat-ayat Al Qur’an.

Misalnya disitu ada lafadz, “Ïnna anzalnaahu qariiban minal qadiyaan-wabilhaqqi anzalnaahu wabilhaqqi nasal”, artinya “Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab suci (tadzkirah) ini dekat dengan Qadian (India). Dan dengan kebenaran kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.”

Ahmadiyah bahkan menganggap kaum Muslim adalah musuh baginya. Seorang Muslim yang tidak percaya akan da’wah pengakuan Ghulam Ahmad sebagai “nabi” dan “rasul”, maka orang Muslim itu dianggap kafir.

Dalam Kitab Tadzkirah Wahyu Muqoddas, wahyu suci yang dianggap dari Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad tertulis;

“Sayaquulul ‘aduwwu lasta mursalan.” (Musuh akan berkata, kamu bukanlah –orang yang– diutus (oleh Allah). (dalam Tadzkirah, halaman 402).

Basyiruddin, salah satu adik pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, berkisah, ” “Di Lucknow, seseorang menemuiku dan bertanya: “Seperti tersiar di kalangan orang ramai, betulkah anda mengafirkan kaum Muslimin yang tidak menganut agama Ahmadiyah?” Kujawab: “Tak syak lagi, kami memang telah mengafirkan kalian!” Mendengar jawabanku, orang tadi terkejut dan tercengang keheranan.” (Anwar Khilafat, h. 92).

“Barangsiapa mengingkari Ghulam Ahmad sebagai ‘nabi’ dan ‘rasul’ Allah, sesungguhnya ia telah kufur kepada nash Quran. Kami mengafirkan kaum Muslimin karena mereka membeda-bedakan para rasul, mempercayai sebagian dan mengingkari sebagian lainnya. Jadi, mereka itu kuffar!” (5.k. al-Fazal, 26 Juni 1922).

“Barangsiapa mengingkari Ghulam Ahmad sebagai ‘nabi’ dan ‘rasul’ Allah, sesungguhnya ia telah kufur kepada nash Quran. Kami mengafirkan kaum Muslimin karena mereka membeda-bedakan para rasul, mempercayai sebagian dan mengingkari sebagian lainnya. Jadi, mereka itu kuffar!” (5.k. al-Fazal, 26 Juni 1922).

Lebih Dari Narkoba

Sebenarnya masih banyak ‘kepalsuan’ lain yang telah keluar dari aqidah Islam. Diantaranya adalah; ia mengaku sebagai nabi dan rasul membawa syari’at, menerima wahyu seperti Al-Qur’an dan menerapkannya kepada dirinya. Kesesatan-kesesatannya itu bahkan lebih berbahaya dibanding Narkoba.

Di negeri jiran, Malaysia, Ahmadiyah telah dilarang sejak 1975. Majelis Ulama Indonesai(MUI) telah memfatwakannya sejak 1980.

Ormas-ormasi Islam lainnya, seperti Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) mengajukan surat ke kejaksaan Agung untuk dilarangnya aliran sesat Ahmadiyah, September 1994. Larangan Ahmadiyah oleh beberapa Kejaksaan Negeri (Subang 1976, Selong Lombok Timur 1983, Sungai Penuh 1989, dan Tarakan 1989) serta larangan Ahmadiyah oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara 1984.

Hampir tak ada ormas Islam yang mengakui Ahmadiyah itu tidak sesat. Bahkan Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) yang berpusat di Makkah tahun 1394H menghukumi aliran Ahmadiyah itu kafir, bukan Islam. Rabithah bahkan melarang Ahmadiyah berhaji ke Makkah.

Kata Nabi Muhammad, “Kiamat tidak akan tiba sebelum dibangkit para Dajjal pendusta yang jumlahnya hampir tiga puluh orang. Setiap mereka mendakwakan bahwa dirinya adalah Rasul Allah.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Karena itulah, di zaman Abu Bakar ra, beliau mengerahkan 10.000. tentara untuk memerangi nabi palsu bernama Musailamah Al-Kadzdzab, hingga tewas. Agak aneh. hari ini, ada sebagaian sekelompok orang seperti pahlawan kesiangan justru membela kaum “nabi palsu” dan bertentangan dengan “Nabi Asli”. Wallahu a’lam.

*) Penulis Buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Akan Selenggarakan Munas I
Tulisan selanjutnya KISDI:”Tuntutan Aliansi Masyarakat Madani Berlebihan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?