Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Fotografer Swedia Ini Pun Masuk Islam Melalui Gejala Alam (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2015 14:19 2:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2015 14:19
Bagikan
Bagikan

DAN saat itu terjadi lagi. Suatu pagi saya bangun, pikiran saya jelas seperti lonceng. Pikiran pertama yang berkelebat melalui otak saya adalah, bagaimana saya harus bersyukur kepada Tuhan, yang Dia telah membangunkan saya untuk menghadapi hari lain yang penuh peluang. Padahal sebelumnya saya merasa seperti biasa saja, setiap hari di sepanjang hidup saya.

Setelah pengalaman ini, saya tidak bisa lagi menyangkal keberadaan Tuhan. Memang setelah 25 tahun menyangkal Tuhan, tidak mudah juga untuk mengakui keberadaan-Nya dan menerima iman. Tapi hal-hal yang baik terus terjadi padaku. Saya kemudian menghabiskan beberapa waktu di Amerika Serikat, dan pada saat ini, saya mulai berdoa, serta merasa dan belajar untuk fokus pada Tuhan dan mendengarkan apa yang dikatakan hati saya.

Sampailah kemudian di akhir pekan yang bagus di New York. Semula sempat cemas juga, tapi akhirnya bisa terlewati dengan berhasil. Sebagian besar dari semua itu karena akhirnya saya bertemu Shahida.

Pada titik ini tidak ada lagi jalan balik, walaupun saya belum melakukannya. Kembali ke Swedia, Tuhan terus membimbing saya. Saya terus banyak membaca lagi, dan saya akhirnya memiliki dorongan untuk pergi ke masjid terdekat dan bertemu dengan beberapa Muslim. Kaki saya gemetar saat saya mendatangi masjid, padahal sebelumnya saya telah melewatinya berkali-kali. Tapi tidak pernah berani untuk berhenti dan mengunjungi.

Saya bertemu orang-orang terbaik di masjid, dan diberi beberapa banyak bahan bacaan dan membuat rencana untuk mendatangi dan mengunjungi saudara-saudara Muslim di rumah mereka. Apa yang mereka katakan atau memberi jawaban, semuanya masuk akal. Islam pun menjadi bagian utama dari hidup saya. Saya mulai berdoa secara teratur dan pergi shalat Jumat untuk pertama kali.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Sungguh indah sekali. Saya menyelinap masuk dan duduk di belakang. Saya tidak mengerti apa yang disampaikan khatib, tapi menikmati kondisinya. Setelah khotbah, kita semua berkumpul dalam baris dan shalat dua rakaat. Ini salah satu pengalaman paling indah yang pernah saya miliki dalam perjalanan saya ke Islam. Ketulusan 200 orang yang hadir di masjid hanya tercurahkan kepada satu hal; memuji Allah yang Maha Besar.

Perlahan-lahan, pikiran saya mulai setuju dengan hati saya, dan saya mulai membayangkan diri saya sebagai seorang Muslim. Tapi sungguh-sungguhkah saya masuk Islam? Saya telah lama meninggalkan gereja, bisakah nanti saya mengerjakan shalat lima kali sehari? Bisakah saya berhenti makan daging babi? Bisakah saya benar-benar melakukannya? Dan bagaimana dengan keluarga saya dan teman-teman? Saya ingat apa yang dikatakan saudara saya bernama Omar kepada saya, bagaimana keluarganya telah menyingkirkan dirinya saat ia menyampaikan telah masuk Islam.

Bisakah saya benar-benar masuk Islam?

Melalui gelombang internet, saya juga telah mendapat informasi. Ada berton-ton informasi tentang Islam di luar sana. Saya mengunjungi hampir setiap situs yang terkait dengan Islam, dan saya banyak belajar dari situ.

Apa yang benar-benar membuat perubahan dalam diri saya adalah cerita berjudul “Dua belas Jam” dari seorang wanita Inggris yang baru masuk Islam. Ia pernah mengalami perasaan sama seperti saya. Ketika saya membaca ceritanya, saya menangis dan menyadari bahwa tidak ada jalan untuk kembali lagi; saya tidak bisa menolak Islam lagi.

Memasuki liburan musim panas, saya telah memantapkan pikiran. Saya harus menjadi seorang Muslim. Namun awal musim panas masih terasa sangat dingin. Jika cuaca mulai cerah selama minggu pertama liburan saya, saya ingin terlebih dulu tidak melewatkan sinar matahari dan harus pergi ke pantai. Di TV, pembaca acara cuaca telah menyebutkan matahari akan bersinar sepanjang hari. Baiklah, saya akan masuk Islam pada hari berikutnya.

Keesokan paginya langit tampak abu-abu, dengan hembusan angin dingin bertiup di luar jendela kamar saya. Rasanya Tuhan telah memutuskan, inilah saatnya, dan saya tidak bisa menunggu lagi. Saya pun mandi wajib (ghusl), mengenakan pakaian bersih, kemudian melompat ke mobil dan melaju selama satu jam menuju masjid.

Di masjid, saya mendekati beberapa saudara dan memberitahu mereka tentang keinginan saya menjadi Muslim. Setelah shalat Dhuhur, imam dan beberapa saudara menyaksikan saya mengucapkan dua kalimat Syahadat. Allhamdulillah.

Yang melegakan saya, semua keluarga dan teman-teman menerima baik masuknya saya ke Islam; mereka semua menerimanya. Saya tidak bisa mengatakan mereka senang, tapi mereka tidak punya perasaan menolak sama sekali.

Tentu saja, mereka tidak dapat memahami semua hal yang saya lakukan, seperti sholat lima kali sehari pada waktu tertentu atau tidak makan daging babi. Mereka berpikir, praktik-praktik ini merupakan kebiasaan aneh yang akan mati dalam perjalanan waktu. Tapi saya akan membuktikan bahwa mereka salah, insya Allah!*/Kisah ini diceritakan Ibrahim Karlsson, dan dimuat pada laman OnIslam.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:masuk islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fotografer Swedia Ini Pun Masuk Islam Melalui Gejala Alam (1)
Tulisan selanjutnya Hassan Nasrallah Mengakui Hizbullah Bersama Rezim Bashar Al-Assad Ikut Berperang di Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?