Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Fotografer Swedia Ini Pun Masuk Islam Melalui Gejala Alam (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Februari 2015 10:36 10:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2015 14:15
Bagikan
Bagikan

SAYA lahir dan tumbuh sebagaimana orang Swedia, tidak religius, namun memiliki hubungan hangat antar-sesama.

Selama 25 tahun kehidupan saya, benar-benar tidak berpikir tentang Tuhan atau apapun mengenai spiritual. Saya tipikal orang materialistik. Begitulah.

Saya masih ingat satu cerita pendek yang saya tulis di kelas tujuh tentang kehidupan masa depan saya. Saya bercita-cita menjadi programmer game sukses (padahal belum pernah menyentuh komputer) yang hidup bersama istri Muslim! Wah, pada waktu itu, “Muslim” bagi saya berarti berpakaian panjang dan mengenakan kerudung. Entah darimana datangnya pikiran itu.

Kemudian, di SMA, seingat saya banyak menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah menjadi kutu buku. Pada satu waktu, saya sempat mengambil Al-Quran terjemahan dan membaca beberapa ayat dari itu. Saya tidak ingat persis apa yang saya baca, tapi seingat saya isinya masuk akal dan logis.

Namun, saya sama sekali masih tidak religius; saya masih belum berfikir tentang Tuhan dalam kaitannya alam semesta, dan bahkan saya belum membutuhan adanya Tuhan. Maksud saya, kami hanya berfikir teori Newton untuk menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja, bukankah begitu?

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Waktu pun berlalu, saya lulus sekolah dan mulai bekerja. Saya bisa mendapatkan uang dan pindah ke apartemen saya sendiri dan menemukan sarana menakjubkan pada PC (komputer). Saya bersemangat menjadi seorang fotografer amatir dan terdaftar dalam kegiatan fotografi.

Suatu ketika saat sedang mendokumentasikan pasar dan mengambil foto dari jarak jauh dengan lensa tele, datanglah seorang imigran yang terlihat marah dan meminta saya tidak mengambil gambar-gambar apa pun tentang ibu dan saudara-saudara perempuannya. Anehnya, mereka adalah Muslim!

Hal yang berkaitan dengan Islam muncul lagi. Saya tidak bisa menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Saya pun tidak tahu apa sebabnya ketika saya mendatangi Pusat Informasi Islam di Swedia untuk meminta berlangganan newsletter (untuk informasi dan berita keislaman). Juga membeli Al Quran terjemahan karya Yusuf Ali dan satu buku sangat bagus tentang Islam berjudul: Iman Kita.

Saya membaca hampir semua Quran dan menemukan isinya begitu indah dan logis. Tapi tetap, Tuhan masih belum memiliki tempat di hatiku. Satu tahun kemudian, saat saya berada di satu tempat di satu pulau yang indah ketika musim gugur, saya mengambil foto-foto cantik. Saya diliputi oleh perasaan takjub. Saya seolah-olah menjadi sepotong kecil dari sesuatu yang lebih besar. Satu bagian dari bagian yang lebih besar milik Tuhan yang disebut alam semesta.

Sungguh indah sekali! Saya tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Benar-benar santai, namun penuh dengan energi, dan di atas semuanya, benar-benar menyadari adanya Tuhan di mana pun mata saya memandang. Saya tidak tahu berapa lama saya tinggal di tempat luar biasa ini. Saat saya pulang, kondisinya kembali seperti biasa. Hanya saja ada yang tetap tinggal tak terhapuskan. Apa yang saya alami melekat dalam pikiran saya.

Pada saat itu, Microsoft memperkenalkan Windows baru ke pasar perangkat lunak. Paket perangkat lunak itu termasuk layanan online Microsoft Network (MSN). Saya penasaran tentang sarananay dan segera memiliki akunnya. Saya kemudian menemukan bahwa Islam BBS (electronic bulletin board system) adalah bagian paling menarik dari MSN, dan di sanalah saya menemukan Shahida.

Shahida adalah wanita Amerika yang telah masuk Islam. Chemistry kami pun saling bersambung, dan ia menjadi sahabat pena terbaik yang pernah saya miliki. E-mail korespondensi kami akan menjadi catatan sejarah –faktanya, kotak surat saya yang memenuhi tiga megabyte selama enam bulan pertama bakal bisa membuat kisah sendiri.

Shahida dan saya membahas Islam, dan iman kepada Tuhan. Pada umumnya, segala sesuatu yang dia tulis masuk akal bagi saya. Shahida memiliki kesabaran malaikat untuk saya, yang memiliki pemikiran lambat dan suka menyampaikan pertanyaan konyol. Tapi dia tidak pernah menyerah pada saya. Dia mengatakan kepada saya, “Dengarkan saja hati Anda, dan Anda akan menemukan kebenaran.”

Saya lantas menemukan kebenaran dalam diri saya lebih cepat dari yang saya duga. Dalam perjalanan pulang dari kerja, saya naik bus dan kebanyakan orang di sekitar saya sedang tertidur. Saya tertarik dengan matahari terbenam, yang membentuk awan indah tersebar dengan warna pink dan oranye. Pada saat itu, semua bagian datang bersama-sama.

Saya pun mengerti bagaimana Tuhan mengatur hidup kita, sesungguhnya kita bukan robot. Saat itu saya masih melihat, hal itu mungkin tergantung pada mekanisme kerja fisika dan kimia, tetapi saya telah percaya dan melihat apa yang telah diatur Tuhan. Betul-betul indah: saya mengalami beberapa menit dalam pemahaman dan kedamaian secara total. Saya begitu rindu saat seperti ini terjadi lagi.*/Kisah ini diceritakan Ibrahim Karlsson, dan dimuat pada laman OnIslam. [Ikuti tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:masuk islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media Zionis: Hamas Menang dalam Perang Elektronik
Tulisan selanjutnya Fotografer Swedia Ini Pun Masuk Islam Melalui Gejala Alam (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?