Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kita Kekurangan Media Islami

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juli 2011 14:29 2:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2011 14:29
Bagikan
Bagikan

Oleh: Rossem

SEKITAR tahun 80-an dan 90-an banyak media-media Islam dari Indonesia dipasarkan di Malaysia, antara paling yang popular Panji Masyarakat, Qiblat dan Ummat. Namun saat ini, media-media itu tak ada lagi dijual di sini, barangkali di negara asalnya (Indonesia) juga tak ada, sudah berkubur. Yang ada hanya tinggal Majalah Suara Hidayatullah, Sabili dan Suara Muhammadiyah. Hanya saja, di Malaysia Suara Hidayatullah dan Sabili lebih menonjol berbanding Suara Muhammadiyah.

Media cetak lain Indonesia yang memasuki pasar Malaysia adalah majalah mingguan Mingguan Tempo dan Gatra. Pembacanya tertentu akademisi, penyelidik dan kalangan penulis. Terdapat juga di Malaysia Majalah Horison di mana pembaca setianya dari kelompok sasterawan.

Yang menyedihkan dalam hal ini adalah merosotnya media-media Islami. Ke mana perginya media-media itu. Indonesia memiliki jumlah umat Islam paling banyak di dunia, seharusnya ada puluhan majalah Islami dilahirkan, untuk melawan serangan media nasionalis dan bukan Islam yang setiap hari justru “menghantam” Islam sendiri.

Namun tidak dinafikan, penerbit-penerbit Islam seperti Al Kautsar, Gema Insani, Mizan dan beberapa lagi seperti ; Mitra Pustaka, Pustaka Pelajar, Aqwan dan banyak lagi penerbit belum dapat mengedar buku-bukunya dengan baik, karena belum mempunyai toko buku Islam, seperti yang dimiliki oleh Group Kompas, yang mempunyai kedai buku Gramedia-nya di kebanyakan kota-kota utama di Indonesia.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Perkembangan media cetak Indonesia, dikabarkan menlonjak setelah reformasi 1998. Jumlah media cetak keseluruhannya baik yang harian, mingguan maupun yang terbit bulanan mencapai 955 penerbit. Baik surat kabar biasa, tabloid atau majalah. Dari 33 provinsi, di Indonesia hampir semua mempunyai media. Paling tidak mesti ada satu media. Ini tidak lain karena kebebasan media dan kemerdekaan bersuara tanpa batasan dari pihak pemerintah, terutama setelah reformasi. Semua media dimiliki pihak swasta.

Begitu pula dengan radio dan televisi. Jumlah radio ada 378 dan televisi 118 saluran, termasuk beberapa saluran yang dipunyai pemerintah. Laporan pemberitaannya sangat luas. Ketika melawat ke Surabaya, penulis sempat menonton sebuah program televisi pagi. Ditampilkan seorang juara pidato peringkat sekolah menengah. Pidato oleh seorang anak itu sangat bagus sekali, baik suara maupun intinya.

Ia menghujah dengan penuh semangat mengagtakan, “Di negara kita, seorang mencuri sebiji nangka, ditangkap dan dipenjarakan, tapi yang mencuri/merampok miliaran bisa terlepas dari hukuman.”

Ternyata televisi di Indonesia lebih berterus terang dibanding TV Malaysia.

Semu yang disampaikan tidak disembunyikan, mengkritik pemerintah secara terbuka tiada sekatan.

Barangkali itulah nikmat kemerdekaan bersuara dan kebebasan media yang diperolehi hasil dari reformasi 1998. Sayang, peluang yang baik itu kurang direbut umat Islam. Sepatutnya umat Islam Indonesia mengisi peluang itu dengan membangun kekuatan ilmu, terutama dalam bidang penguasaan media dan penerbitan majalah serta buku-buku Islam terbaik.

Saat berkunjung ke sebuah radio Muslim di Surabaya, penulis sempat bertanya salah seorang pengelolanya. “Berapa perbandingan jumlah radio islami dengan radio umum di Indonesia?” Jawabnya, “4 banding 1 untuk radio Muslim.” Satu stastik yang sangat mengkhuatirkan umat Islam, bukan saja di Indonesia bahkan di Malaysia.*

Penulis seorang wartawan, tinggal di Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wahai Muslimah, Jagalah Kesantunan Anda!
Tulisan selanjutnya Abu Tholut Hanya Mengetahui, Tetapi Kurang Setuju

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?