Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Mengenang Pemimpin Bersahaja, Tuan Guru Nik Abdul Aziz [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2015 06:56 6:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2015 06:52
Bagikan
Tok Guru Nik Aziz Nikmat, Gubernur Kelantan sedang makan nasi bungkus
Bagikan

Oleh: Ilham Kadir

NIK Abdul Aziz bin Nik Mat, yang akrab dipanggil Tuan Guru, dilahirkan pada tahun 1931 di kampung Pulau Melaka, Kota Bharu Kelantan, Darul-Naim. Pendidikan awal ia dapat dari Madrasah Ittifaqiyah Jertih, Terengganu. Setelah selesai pendidikan tingkat menengah, tahun 1952 ia lanjut kuliah di Deoband Darul Ulum India, Fakultas Islamic Study, lalu ke Universitas Lahore Pakistan tahun 1957. Belum puas, ia melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir, dan meraih gelar diploma, lalu magister Syariah Islamiyah pada tahun 1962.

Ulama yang menguasai bahasa Arab, Inggris, Tamil, Urdu, Siam, hingga China ini telah tutup usia pada 12 Februari 2015. Karena itu, demi mengenang kiprah Tuan Guru sebagai politisi tulen dan ulama sejati, maka, saya kembali mengangkat kisah hidupnya. Ini adalah tulisan kedua di Tribun Timur. Tulisan pertama saya tentang beliau adalah “Jika Ulama Jadi Umara”,  (TRIBUN TIMUR. 18/01/2013).

Karena sudah banyak yang menulis kiprah Tuan Guru dalam sisi politik yang bernuansa politis, maka fokus saya mengungkap sisi keilmuan beliau yang memang saya kenal sebagai ulama. Seorang ulama memiliki beberapa kriteria, selain menjadi contoh dalam ketakwaan, ia juga harus menampakkan keilmuannya dengan mengajar dan menulis.

Semua kritaria tersebut ada pada Tuan Guru, bahkan selama menjabat sebagai pengarah partai oposisi terbesar di Malaysia, Partai Islam Semalaysia (PAS) dan juga sebagai Menteri Besar (Gubernur) Kelantan selama 20 tahun lebih, ia tetap mengajar. Bahkan halaqah ilmiah bulanannya, pada awalnya hanya dihadiri 40 jamaah, berkat kesabaran, keuletan, dan keilmuan yang dimilikinya, menjelma menjadi sebuah jamaah cukup banyak, 40 ribu lebih. Mereka datang bukan ingin mendengar ceramah politik, sebagaimana yang terjadi pada pemimpin politik, akan tetapi untuk meneguk lautan ilmu dari Tuan Guru.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Selain mengajar, Tuan Guru, sebagai ulama muktabar, sangat produktif, menulis ragam disiplin keilmuan, seperti, Tafsir, Hadis, Tasawuf, Sejarah, Fikih, Tauhid, dll. Beliau juga seorang kolumnis dalam Tabloid “Harakah Daily” yang terbit mingguan dan berfungsi sebaga corong informasi aliansi oposisi Malaysia. Tulisannya yang berjumlah ratusan episode itu telah dibukukan menjadi dua jilid, salah satunya, “Sirah Nabawiyah: Insan Teladan Sepanjang Zaman, Kuala Lumpur, 2004”, dalam kata pengantar pengarang, Tuan Guru menulis, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk menjadi panduan bagi umatnya.

Bagaimanapun, manusia tidak memiliki kemampuan menafsirkan kandungan Al-Qur’an–jika tidak didukung dengan ilmu-ilmu tafsir. Antara tujuan mempelajari sirah Nabi Muhammad adalah agar mendapat dukungan besar untuk memahami Kitab Allah dan mengecapi ruh Al-Qur’an. Selain itu, ia menjadi media untuk mengumpulkan sebanyak mungkin sumber informasi dan pengajaran Islam, baik yang berhubungan dengan akidah, hukum syariat, atau yang berhubungan dengan akhlak yang menjadi budaya asli dalam kehidupan manusia untuk selamanya.

Tidak mungkin–lanjut Tuan Guru–kesejahteraan masyarakat akan terwujud jika tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat. Amar ma’ruf nahi mungkar semestinya dilakukan, dan semua itu tidak sempurna jika akhlak yang baik tidak terwujud.

Tuan Guru melalui Partai Islam Semalaysia berusaha menerapkan syariat Islam secara totalitas, namun sayang, karena penerapan Syariat adalah wewenang pemerintah Pusat Malaysia yang dikuasai Barisan Nasional yang beraliran nasionalis, maka syariat Islam di Kelantan, khususnya masalah jinayah (hudud), belum terlaksana.

Namun, perjuangan Tuan Guru terus berlanjut. Bahkan, dalam tulisan-tulisannya, kerap kali membesarkan hati pengikutnya dengan mengangkat kisah-kisah inspiratif. Misalnya, ketika Rasulullah dan para sahabatnya di Makkah terus-menerus dikejar, disiksa, dan dibunuh. Justru Nabi memberi semangat bahwa, suatu saat, umat Islam akan menaklukkan peradaban besar yang sedang menjadi adikuasa, Persia dan Romawi.

Padahal, secara realitas, Persia yang beragama Majusi dan penyembah api itu adalah negara raksasa yang kerap mengalahkan Romawi yang beragama Kristen dalam peperangan, begitupula sebaliknya. Sedangkan Islam, saat itu hanya memiliki beberapa pengikut yang tidak diperhitungkan, jangankan Persia dan Romawi, penduduk Makkah sekalipun.

Dan, kebenaran sabda Nabi kelak terbukti, walau harus menunggu 30 tahun setelah ia wafat. Karena itu, lanjut Tuan Guru, tantangan dan rintangan dalam berdakwah dan menegakkan syariat haruslah dilihat kecil, karena tak seberapa dibanding cobaan di zaman Nabi.

Menurut ulama zuhud ini, penaklukan Persia, selain menggunakan kekuatan taktik dan militer Islam, kekalahan Persia dipermudah dengan adanya konflik internal negara raksasa itu, berupa perebutan kekuasaan antara ayah sebagai raja dan anak sebagai putra mahkota. Sang raja mati dibunuh putranya, dan sang anak, juga mati karena perangkap racun yang telah dipasang oleh ayahnya. Kedunya mati karena rakus kekuasaan.* (bersambung)

Penulis  alumni terbaik Fakultas Tafsir Arabic-Islamic College of Al-Ihsaniyah, 2005, Penang-Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Malaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Terbuka Untuk Muridku
Tulisan selanjutnya Mengenang Pemimpin Bersahaja, Tuan Guru Nik Abdul Aziz [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?