Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Doa Shalahuddin Vs Pasukan Salib

Thoriq
Terakhir diupdate: 7 Maret 2015 06:46 6:46 am
Thoriq
Dipublikasikan 7 Maret 2015 06:45
Bagikan
Bagikan

Ketika pasukan Frank berada di  Bait Naubah, sebuah wilayah yang berdekatan dengan Al Quds, para telik sandi mengabarkan bahwa pasukan musuh itu telah bersiap mengepung Al Quds. Sedangkan Shalahuddin  Al Ayubi sendiri saat itu berada di kota suci umat Islam tersebut.

Mengetahui persiapan musuh, umat Islam pun mulai merasa gentar, hingga Shalahuddin mengumpulkan para pemimpin pasukan untuk bermusyawarah. Ternyata para pemimpin itu menyatakan agar Shalahuddin Al Ayubi keluar dari Al Quds, dengan alasan demi menjega keselamatannya, sedangkan para pemimpin itu melindungi kota. Namun musyawarah selesai sedangkan Shalahuddin Al Ayubi tetap berkeras diri untuk tetap tinggal.

Setelah para pemimpimpin pulang ke rumah masing-masing, ada kabar bahwa sebenarnya mereka menginginkan Shalahuddin Al Ayubi keluar agar mereka juga bisa keluar dari Al Quds.

Shalahuddin Al Ayubi pun sedih dengan kabar tersebut, hingga di waktu itu, di malam Jumat di musim dingin ia terus berfikir memecahkan masalah itu ditemani oleh Qadhi Bahauddin Syadad, ulama shalih yang selalu menemainya.

Melihat kondisi Shalahuddin, Bahauddin Syadad pun menyarankan untuk istirahat, namun Shalahuddin menjawab,”Sepertinya waktu tidurmu telah datang”, lalu ia bangkit.

Baca Juga

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

Bahauddin Syadad pun pulang ke rumahnya, dan setelah melakukan beberapa pekerjaan suara adzan shubuh pun berkumandang. Ia akhirnya pergi shalat shubuh dan bertemu dengan Shalahuddin yang sedang berwudhu.

“Aku tidak tidur sama sekali”, kata Shalahuddin Al Ayubi

“Aku sudah tahu”, jawab Bahauddin Syadad.

“Darimana Anda tahu?”, tanya Shalahuddin.

“Karena aku tidak tidur, tidak ada waktu tidur”, jawab Bahauddin.

“Aku ada pikiran, mudah-mudah bermanfaat”, kata Bahauddin.

“Apa itu”, tanya Shalahuddin.

“Menyandarkan perkara ini kepada Allah, dan berpijak untuk mengangkat kesulitan ini kepada-Nya”, jawab Bahauddin.

“Bagaimana kita melakukannya?” Tanya Shalauddin.

Bahauddin pun menjelaskan,”Ini adalah hari Jumat, paduka mandi sebelum keluar, kamudian menuju ke Al Aqsha tempat isra` Rasululullah. Paduka sedekahkan harta secara sembunyi-sembunyi, kemudian Paduka laksanakan shalat dua rakaat antara adzan dan iqamah lalu berdoa kepada Allah di saat sujud dimana ada hadits shahih mengenai hal itu, dan Paduka berdoa dalam hati,’Wahai Tuhanku, telah putus dariku usaha-usaha di bumi dalam menolong agama-Mu, tidak ada yang bisa kulakukan kecuali bergantung kepada-Mu dan memegeng erat tali-Mu serta bersandar kepada kemurahan-Mu, Engkau adalah pencukup bagiku dan sebaik-baik penolong’, sesungguhnya Allah Maha Mulia, hingga tidak akan membiarkan tujuan paduka tanpa hasil”.

Akhirnya Shalhuddin Al Ayubi melaksanakan saran Bahauddin Syadad. Ulama shalih itu pun menyaksikan Shalahuddin bersujud sedangkan air matanya membasahi sajadahnya.

Di hari itu, Bahauddin Syadad yang juga menjabat sebagai Qadhi militer itu segera menerima kabar bahwa hari itu pasukan Salib sudah memperiapkan diri di padang pasir, namun akhirnya mereka kembali ke perkemahan.

Di keesokan harinya di hari Sabtu datang kabar yang sama seperti kabar di hari Jumat sebelumnya. Dan mata-mata mengabarkan bahwa ada perselisihan antara pihak Perancis dan Inggris yang dipimpin oleh Richard, dimana pihak Perancis menginginkan untuk mengepung Al Quds sedangkan pihak Inggris mengeluhkan tidak adanya sumber air di wilayah tersebut. Dimana sebelumnya Shalahuddin Al Ayubi sudah menghancurkan sumber-sumber air di sekitar Al Quds. Kemudian mereka pun bermusyawara, dimana dalam kebiasaan pasukan Salib mereka bermusyawarah di atas kuda dengan 10 orang pemimpin dan keputusan apapun akan dilaksanakan.

Di hari Senin datang berita bahwa pasukan Salib memutuskan untuk kembali Ramlah dan membatalkan serangan terhadap Al Quds.

Setelah peristiwa itu, Bahauddin Syadad menyatakan,”Inilah yang kusaksikan dari hasil penyandaran diri Shalahuddin kepada Allah Ta’ala”. (An Nawadir Ash Shulthaniyah wa Al Mahasin Al Yusufiyah, hal. 39-41)

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kapolres Bogor: Pemberian Maaf Az Zikra Bisa Jadi Bahan Pertimbangan Hakim
Tulisan selanjutnya [Video] Suara Hafiz Quran di Penjara Menchang Menggetarkan Hati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

Berita
25 Juni 2026 15:06
Prancis dan Jerman Sepakat Kelola Bersama Perusahaan Senjata KNDS
Turki Tangkap 209 Orang di Ankara Jelang KTT NATO
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?