Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Intelijen AS Mengaku Salah Besar Soal Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2005 02:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Laporan terbaru Amerika, yang diajukan oleh komisi yang ditunjuk Presiden Bush dan dipimpin hakim federal berhaluan konservatif Laurence Silberman dan mantan Senator Demokrat Charles Robb, blak-blakan.

"Kami menyimpulkan bahwa Komunitas Intelijen keliru total dalam semua perhitungan pra-perang mengenai senjata pemusnah massal Irak. Ini merupakan kelalaian besar intelijen," kata mereka dalam sepucuk surat kepada Presiden Bush.

Sikap intelijen AS ini terungkap setelah pihak komisi kepresidenan AS Kamis, Jum’at (1/4)  memberikan pernyataan sikapnya. Setelah penyelidikan satu tahun, panel tersebut memperingatkan dalam laporannya bahwa keputusan menyerbu Iraq Maret 2003 lewat tuduhan salah, telah merusak kredibilitas Amerika Serikat (AS).

"Kami menyimpulkan bahwa komunitas intelijen salah besar dalam hampir semua penilaian pra-perangnya tentang senjata penghancur massal Iraq," kata komisi itu. Panel tersebut memperingatkan bahwa intelijen AS soal kemampuan dan keinginan Iran dan Korea Utara — yang keduanya terlibat dalam perselisihan nuklir dengan Amerika Serikat — kemungkinan "sangat" goyah. Bab tentang persoalan itu dirahasiakan.

Presiden AS George W. Bush menyambut laporan itu dan mengatakan dia telah mengarahkan seorang penasehat keamanan dalam negerinya untuk meninjau dokumen setebal 600 halaman itu dan mengambil "langkah konkrit" atas rekomendasinya. Dalam pernyataannya di Gedung Putih penasehat keamanan itu mengatakan, "komunitas intelijen Amerika membutuhkan perubahan mendasar untuk memungkinkan kami mampu menghadapi ancaman pada abad ke-21"

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Panel itu menyerukan peningkatan kekuasaan direktur intelijen nasional yang baru dibentuk itu sebagai bagian dari pembentukan manajemen yang lebih terpusat dan terpadu. Panel itu menggambarkan komunitas itu sebagai badan independen yang bersifat longgar. John Negroponte, mantan dubes AA untuk Iraq, yang akan menduduki jabatan tersebut, kini sedang menunggu konfirmasinya.

"Untuk memenangkan perang terhadap teror, kami akan membetulkan apa yang perlu diperbaiki," kata Bush, yang didampingi ketua bersama komisi itu, mantan hakim federal Laurence Silberman dan mantan senator Charles Robb. Laporan tersebut memuat serentetan kelemahan gugus tugas pada komunitas intelijen AS, yang dikatakannya, menimbulkan kesimpulan salah bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal dan penyerbuan ke Irak merupakan langkah yang dibenarkan.

Laporan itu menyebut analisa yang dikompromikan lewat asumsi tentang keinginan Saddam setelah Perang Teluk 1991; masalah pengumpulan data; dan kegagalan berkomunikasi dengan pembuat kebijakan. Kepada wartawan Silberman mengatakan, operasi oleh komunitas intelijen lewat asumsi-asumsi itu berdasarkan apa yang mereka lihat pada tahun 1991.

"Kurangnya bukti yang tidak konsisten yang mereka peroleh masuk ke dalam praduga tersebut," tambah dia. Komisi dalam laporan itu mengatakan pihaknya tidak menemukan bukti bahwa tekanan politik telah menyesatkan penemuan soal Irak oleh intel AS, namun mempertanyakan apakah pemerintahan Bush membesar-besarkan intelijen untuk menjual perang tersebut.

Panel juga mengatakan kecacatan yang merusakkan analisa tentang Irak "masih terlalu umum" dan memperingatkan bahwa informasi tentang negara-negara seperti Iran dan Korea Utara tidak begitu banyak dimiliki intelijen AS.

Berita buruk yang diperoleh Amerika Serikat adalah intelijennya mempunyai sedikit informasi tentang program senjata musuh-musuhnya, tambah panel itu. "Masyarakat intelijen mengetahui sedikit tentang program nuklir yang dikelola banyak aktor paling berbahaya di dunia. Dalam beberapa kasus, mereka paling tidak mengetahui lima atau 10 tahun yang lalu," kata panel itu.

Jurubicara Gedung Putih Scott McClellan mengatakan tidak ada rencana untuk mengubah kebijakan AS terhadap Teheran atau Pyongyang, dan para pejabat yang lain menolak mengatakan apakah kebijakan AS tentang aksi militer "penyerangan lebih dahulu" akan berubah.

Teheran membantah tuduhan bahwa program nuklir sipilnya menyembunyikan senjata nuklir. Korea Utara menyatakan kebanggannya bahwa pihaknya memiliki senjata nuklir. Komisi itu memperingatkan bahwa komunitas intelijen AS juga "belum mengambil langkah" soal penyebaran senjata penghancur massal.

Berita baik

Komisi tersebut juga memperingatkan bahwa ada keinginan di antara para teroris seperti mereka yang berada di balik serangan 11 September 2001 untuk mendapatkan senjata seperti itu. Komisi kepresiden itu melaporkan berita baik, paling tidak berita utama, sambil memuji usaha inteliejn AS yang "inovatif" berkenaan dengan Libya, yang meninggalkan program senjata nuklirnya, sebagai "berita yang paling sukses."

Menurut Komisi itu, penggunaan teknik penyusupan atas jaringan pejualan global ilmuwan nuklir Pakistan Abdul Qadeer Khan "memberikan izin kepada pemerintah AS menekan Libya membongkar program nuklirnya." Amerika Serikat menyerbu Irak untuk menemukan senjata nuklir, kimia dan biologi yang dimiliki Saddam Hussein, tapi tak ada satu pun senjata seperti itu ditemukan dan pasukan kendali AS akhirnya menghentikan pencarian tersebut. Gedung Putih sejak itu mengubah pemikiran publik dari penyerbuan untuk mencari senjata nuklir ke tindakan opresif rejim Saddam dan apa yang dikatakan Washington adalah untuk menyebarluaskan demokrasi di Timur Tengah. (ant/afp/wpd/bbc)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dokumen Kekejaman Tentara AS Diterbitkan
Tulisan selanjutnya 44 Tentara AS Luka setelah Penjara Abu Ghraib diserang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?